Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
11 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
10 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
5 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
5 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
5 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
5 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Badminton

Wakil Ketua MPR RI: Perayaan Natal Tata Kembali Kebersamaan

Wakil Ketua MPR RI: Perayaan Natal Tata Kembali Kebersamaan
Wakil Ketua MPR RI, Lestarie Moerdijat (kiri). (Foto: Ist.)
Minggu, 22 Desember 2019 19:06 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Lestari Moerdijat menyatakan, perayaan Natal 2019 hendaknya menjadi momentum untuk merajut kembali persatuan yang terkoyak karena politik identitas.

Menguatnya politik identitas yang menjadi fenomena pada beberapa negara termasuk Indonesia, kata Lestarie, telah menumbuhkembangkan sentimen saling curiga. Bahkan lebih jauh, kebencian yang menjurus pada aksi intoleran antarumat beragama.

“Kedudukan mayoritas yang idealnya melindungi minoritas justru pada sejumlah kasus berkecenderungan menjadi superior. Kegiatan beragama, beribadah dari pemeluk agama lain direcoki. Keberagaman dianggap sebagai ancaman,” sorot Politisi Partai NasDem yang akrab disapa Rerie itu di Jakarta, Minggu (22/12/2019).

"Tidak perlu merujuk siapa, menunjuk siapa, tetapi urgen untuk merajut kembali semua yang terkoyak oleh politik identitas. Kembali kepada tatanan kebersamaan yang plural," kata Rerie.

Natal 2019, lanjut Rerie, saatnya merangkul saudara-saudara sesama anak bangsa. “Menjadi tanggungjawab kita bersama menjaga perdamaian, kenyamanan, dan harmoni,”.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem tersebut percaya bahwa Bhineka Tunggal Ika adalah semangat yang mampu menyatukan perbedaan. Sebab bangsa Idonesia sangat kaya dengan keberagaman seperti suku, bahasa dan agama.

“Sebagai bagian dari kekayaan itu, kita berkewajiban untuk menjaga kekayaan itu,” tegas Mbak Rerie.

Penodaan terhadap aset bangsa, lanjutnya, adalah tangisan kesedihan bagi semua. Rerie tidak ingin Ibu Pertiwi menangis dan bersusah hati berkepanjangan.

“Budaya lokal adalah bagian dari kekayaan yang kita miliki, namun dalam konteks kebangsaan, budaya lokal tidak boleh menihilkan kekayaan dan kebersamaan di antara kita,” imbuhnya.

Sebagai partai moderen dan terbuka yang menjunjung tinggi nasionalisme kebangsaan, Rerie menyatakan Partai NasDem ikut prihatin jika semangat kedaerahan berubah menjadi tirani dan menciderai kebhinekaan anak bangsa.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, PON, Badminton
wwwwww