Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
DPR RI
20 jam yang lalu
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
2
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
Peristiwa
23 jam yang lalu
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
3
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Umum
21 jam yang lalu
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
4
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
Peristiwa
23 jam yang lalu
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
5
Harga Jual Kembali Emas Batangan Antam per 23 Januari
Umum
21 jam yang lalu
Harga Jual Kembali Emas Batangan Antam per 23 Januari
6
Lengkap Dukungan Buat LBP Kata Tigor Tanjung
Olahraga
12 jam yang lalu
Lengkap Dukungan Buat LBP Kata Tigor Tanjung
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Di Tengah Upaya Meningkatkan Wisatawan, Bupati Bogor Tetap akan Bersihkan Kawin Kontrak dan Prostitusi di Puncak

Di Tengah Upaya Meningkatkan Wisatawan, Bupati Bogor Tetap akan Bersihkan Kawin Kontrak dan Prostitusi di Puncak
Foto Ist. dari sebuah artikel berjudul "Cara Baru Booking PSK di Puncak Ini Makin Populer".
Rabu, 25 Desember 2019 14:31 WIB
JAKARTA - Bupati Bogor Ade Minawaroh Yasin hadir dalam ekspos kasus kawin kontrak di Mapolres Bogor, Senin (23/12/2019), malam lalu. Ia menegaskan, warga setempat "juga pasti menolak," adanya kawin kontrak yang dilakukan secara "hit and run" oleh orang-orang non warga Puncak, Bogor itu.

Mengutip liputan6.com, Rabu (25/12/2019), Ade Yasin menyatakan, pihaknya akan melakukan sejumlah langkah, salah satunya memerintahkan para kepala desa di kawasan Puncak untuk siaga memastikan lingkungannya steril dari praktik kawin kontrak maupun praktik prostitusi.

"Harus siaga dan melihat lingkungannya, apakah terindikasi prostitusi seperti ini atau tidak, jadi harus ada seperti dulu, tamu harus lapor 24 jam," kata Bupati yang juga merupakan Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jabar itu.

Pemkab Bogor berencana membentuk tim gabungan dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor agar dapat sedikit demi sedikit membersihkan praktik kawin kontrak dan prostitusi dari kawasan Puncak, Bogor.

Dia bertekad mengembalikan kawasan Puncak menjadi tujuan wisata nasional. Kawasan Puncak Bogor sendiri telah dicoret oleh Kementerian Pariwisata dari daftar daerah tujuan wisata atau Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sejak tahun 2015 lalu.

Jika tidak, kata dia, akan menghambat program The City of Sport and Tourism, yaitu meningkatkan angka kunjungan wisata Kabupaten Bogor menjadi 10 juta wisatawan per tahun dari kondisi semula 7,3 juta wisatawan per tahun.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Umum, Lingkungan, DKI Jakarta
wwwwww