Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
Politik
23 jam yang lalu
Berantas Cukong Pilkada, Gus Jazil Ajak Ribuan Warga Sumba Timur Pilih Paslon ULP-YHW
2
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
DPR RI
22 jam yang lalu
Pendeta Tewas di Intan Jaya, Yan Mandenas Hubungi KSAD
3
MPR Mengedukasi Pilkada Damai melalui Sosialisasi 4 Pilar
MPR RI
17 jam yang lalu
MPR Mengedukasi Pilkada Damai melalui Sosialisasi 4 Pilar
4
DPR minta Cakada jadi 'Influencer' Protokol Kesehatan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR minta Cakada jadi Influencer Protokol Kesehatan
5
Cabup Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Mabar Diminta Taat Aturan
Politik
16 jam yang lalu
Cabup Dinilai Tak Penuhi Syarat, KPU Mabar Diminta Taat Aturan
6
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Umum
17 jam yang lalu
Jangan Hapus Pelajaran Sejarah!
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Tak Ada Muatan Emosi saat Penyerang Novel Teriakkan "Pengkhianat"

Tak Ada Muatan Emosi saat Penyerang Novel Teriakkan Pengkhianat
Foto: Detik.com
Minggu, 29 Desember 2019 15:42 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Salah satu tersangka penyerang penyidik KPK Novel Baswedan, RB, menyebut Novel sebagai pengkhianat. Pernyataan itu, sejalan dengan pemberitaan bahwa motif pelaku adalah dendam pribadi.

Tapi Pakar Ekspresi, Handoko Gani menilai, tak ada muatan emosi marah dalam ekspresi wajah tersangka saat meneriakkan Novel pengkhianat itu.

Kepada wartawan, Minggu (29/12/2019), Handoko menjelaskan, penilaiannya ini bukan sebuah bukan kesimpulan, "tapi bisa dijadikan hipotesis awal. Bahwa tidak ada emosi marah sebagaimana yang mungkin diduga, di raut wajah, dalam video yang singkat itu,".

Handoko diketahui merupakan satu-satunya trainer Interview dan Analisis Perilaku (Human Lie Detector) dari latar belakang Sipil yang memiliki otorisasi penggunaan alat layered voice analysis (LVA). Namun, dia mengatakan teriakan RB tak bisa dianalisis menggunakan LVA karena beberapa alasan.***


wwwwww