Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
16 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Badminton

Ajak Milenial Investasi, Aplikasi e-Mas Tawarkan Emas Murni 99,9 Persen dengan Harga Rp200 Perak

Ajak Milenial Investasi, Aplikasi e-Mas Tawarkan Emas Murni 99,9 Persen dengan Harga Rp200 Perak
Senin, 30 Desember 2019 10:44 WIB
JAKARTA - Orori Group melalui aplikasi e-mas mendorong kaum milenial untuk berinvestasi sejak dini dengan membeli emas yang ditawarkan dengan harga mulai hanya Rp200 perak.

Di aplikasi e-mas, telah diluncurkan juga instrumen investasi logam mulia e-mas WARIS yang memiliki kadar kemurnian 99,9 persen, menurut Orori Group dalam pernyataan persnya, Minggu kemarin.

Berdasarkan riset Inside.id, emas menjadi pilihan investasi untuk setengah responden (51 persen), diikuti dengan investasi lain seperti deposito (37 persen), properti (30 persen), reksadana (22 persen), dan saham (17 persen).

Instrumen emas dinilai sebagai investasi yang tepat dan stabil bagi generasi milennial, karena nilai tidak mudah naik-turun dan cenderung minim risiko dibandingkan pilihan lain.

Merrie Elizabeth, founder dari BloBar Salon yang mewakili Indonesia dalam daftar Forbes Asia 30 Under 30 tahun 2016 juga menjadikan emas sebagai pilihan investasinya.

"Menurut saya, untuk masa depan yang lebih gemilang tidak lagi cukup hanya mengandalkan tabungan biasa di bank. Kita juga harus punya yang namanya tabungan emas sebagai bagian dari kebiasaan anak muda yang sukses," ujar Merrie.

Emas, sebagai instrumen investasi, juga mempunyai beberapa kelebihan dibanding instrumen lainnya, yakni nilainya yang lebih stabil.

Tidak seperti instrumen lain, emas cenderung lebih tahan terhadap fluktuasi inflasi, harganya cenderung stabil bahkan dalam gejolak ekonomi, dan mudah dicairkan kembali.

Emas juga sekarang bisa dibeli di mana saja dan kapan saja melalui aplikasi e-mas. Aplikasi ini sudah memiliki fitur keamanan canggih untuk memberikan ketenangan dan kepraktisan bagi setiap investor.

"Kita juga bisa memantau harga, mengatur notifikasi harga, dan mencairkan tabungan emas untuk dikirim ke rumah," kata Merrie.

Emas juga sekarang bisa dibeli dengan harga sangat terjangkau. Jika dulu emas sebagai logam mulia diperdagangkan per batang atau per kilo, kini setiap investor bisa mencicil tabungan emas mereka hanya mulai dari Rp200 perak.

"Dan yang paling menarik, emas ini bisa kita tukar juga dengan emas batangan begitu mencapai 1 gram,” kata Catherine Sumitri, kreator konten dari Jakarta.

Emas yang dijual di aplikasi e-mas juga dijamin keasliannya. Emas WARIS memiliki security printing yang baik, tidak dapat dipalsukan, serta dapat dilacak langsung lewat aplikasi.

Untuk mencegah pemalsuan label, PT Sampoerna memberikan empat lapisan keamanan canggih, yaitu QR code, label void, hologram dua warna, dan microporous membrane.

Keuntungan lainnya, bahwa emas bisa diwariskan. Sebagai instrumen investasi yang memiliki bentuk fisik, kepemilikan emas WARIS juga dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Antara
Kategori:Badminton, PON, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww