Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
9 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah Menelan Korban Jiwa, Tomy Winata Minta Harimau Sumatera Tidak Diburu dan Dibunuh

Sudah Menelan Korban Jiwa, Tomy Winata Minta Harimau Sumatera Tidak Diburu dan Dibunuh
Senin, 30 Desember 2019 13:46 WIB
JAKARTA - Pengusaha nasional Tomy Winata mengajak semua pihak belajar dari peristiwa serangan harimau Sumatera yang menewaskan Sulis, warga Talang Tinggi, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sulis diserang harimau Sumatera saat mandi di pemandian umum sekitar 100 meter dari rumahnya, hari Jumat lalu (27/12). Ia ditemukan dengan luka di sekujur tubuh. Kakinya juga dilaporkan hilang.

Tomy Winata mengatakan dirinya prihatin pada nasib yang dialami Sulis. Dia berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi.

Menurut Tomy Winata, hewan yang memiliki nama Latin Panthera tigris sumatrae itu tidak tanpa alasan menyerang manusia.

Alasan utamanya adalah karena wilayah hidup mereka sudah dirusak oleh manusia. Karena itu, sebutnya lagi, di sisi lain manusia juga perlu menjaga kawasan hutan yang sudah menjadi wilayah hidup harimau.

Dalam hal ini, Tomy Winata mamandang Sulis dan warga lain yang diserang harimau adalah korban dari anggota masyarakat yang mengganggu dan merusak wilayah hidup harimau.

Tomy Winata juga menyayangkan pernyataan yang disampaikan Plt. Bupati Muara Enim, Juarsah, yang meminta agar petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSAD) dan Polisi Hutan memburu dan menangkap harimau hidup atau mati.

"Yang salah adalah anggota masyarakat yang mengganggu, merusak wilayah harimau, dan membuat harimau terusik. Kok malah harimau yang dibantai?” ujarnya dalam pesan yang diterima redaksi.

"Ajarkan masyarakat agar tidak mengganggu wilayah yang sudah menjadi wilayah harimau, serta mata rantai makanannya. Dasar, mentang-mentang manusia dan penguasa," demikian Tomy Winata.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:Badminton, Olympic, Ekonomi, DKI Jakarta
wwwwww