Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
Kesehatan
22 jam yang lalu
Bertambah 1.893, Total Kasus Covid-19 di Tanah Air 125.396 Orang, 5.723 Meninggal
2
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Kapal Patroli Polairud Tenggelam, 3 Polisi Hilang
3
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
DPR RI
5 jam yang lalu
Pandemi dan Persaingan Kerja Lulusan Baru
4
Jika Banyak 'Kotak Kosong' di Pilkada 2020
DPD RI
5 jam yang lalu
Jika Banyak Kotak Kosong di Pilkada 2020
5
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
Peristiwa
17 jam yang lalu
Ini Identitas 3 Polisi yang Hilang Akibat Karamnya Kapal Patroli Polairud
6
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
DPR RI
4 jam yang lalu
Imbas Pandemi Covid 19, Persaingan Kerja Lulusan Baru Makin Ketat
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Sudah Menelan Korban Jiwa, Tomy Winata Minta Harimau Sumatera Tidak Diburu dan Dibunuh

Sudah Menelan Korban Jiwa, Tomy Winata Minta Harimau Sumatera Tidak Diburu dan Dibunuh
Senin, 30 Desember 2019 13:46 WIB
JAKARTA - Pengusaha nasional Tomy Winata mengajak semua pihak belajar dari peristiwa serangan harimau Sumatera yang menewaskan Sulis, warga Talang Tinggi, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Sulis diserang harimau Sumatera saat mandi di pemandian umum sekitar 100 meter dari rumahnya, hari Jumat lalu (27/12). Ia ditemukan dengan luka di sekujur tubuh. Kakinya juga dilaporkan hilang.

Tomy Winata mengatakan dirinya prihatin pada nasib yang dialami Sulis. Dia berharap agar peristiwa ini tidak terjadi lagi.

Menurut Tomy Winata, hewan yang memiliki nama Latin Panthera tigris sumatrae itu tidak tanpa alasan menyerang manusia.

Alasan utamanya adalah karena wilayah hidup mereka sudah dirusak oleh manusia. Karena itu, sebutnya lagi, di sisi lain manusia juga perlu menjaga kawasan hutan yang sudah menjadi wilayah hidup harimau.

Dalam hal ini, Tomy Winata mamandang Sulis dan warga lain yang diserang harimau adalah korban dari anggota masyarakat yang mengganggu dan merusak wilayah hidup harimau.

Tomy Winata juga menyayangkan pernyataan yang disampaikan Plt. Bupati Muara Enim, Juarsah, yang meminta agar petugas Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSAD) dan Polisi Hutan memburu dan menangkap harimau hidup atau mati.

"Yang salah adalah anggota masyarakat yang mengganggu, merusak wilayah harimau, dan membuat harimau terusik. Kok malah harimau yang dibantai?” ujarnya dalam pesan yang diterima redaksi.

"Ajarkan masyarakat agar tidak mengganggu wilayah yang sudah menjadi wilayah harimau, serta mata rantai makanannya. Dasar, mentang-mentang manusia dan penguasa," demikian Tomy Winata.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:RMOL.ID
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Ekonomi, DKI Jakarta

wwwwww