Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
DPR RI
7 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
2
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
Ekonomi
8 jam yang lalu
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
3
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
MPR RI
7 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
4
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
MPR RI
7 jam yang lalu
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
5
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
MPR RI
6 jam yang lalu
Sidang Tahunan MPR RI, Fadel Muhammad: Pidato Presiden Harus Beri Harapan
6
Pemda, Kepala Sekolah dan Orangtua Diharap Cermat Memilih PJJ atau Tatap Muka
DPR RI
5 jam yang lalu
Pemda, Kepala Sekolah dan Orangtua Diharap Cermat Memilih PJJ atau Tatap Muka
Home  /  Berita  /  GoNews Group

'Don't Panic!' Tas Diduga Bom di Masjid Sunda Kelapa, Isinya Cuma Ini..

Dont Panic! Tas Diduga Bom di Masjid Sunda Kelapa, Isinya Cuma Ini..
Foto: Twitter
Selasa, 31 Desember 2019 13:09 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Jelang Malam Tahun Baru Masehi 2020, Selasa (31/12/2019) Ibu Kota Jakarta digegerkan dengan sebuah tas yang dilempar oleh seorang pria di Masjid Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 8.30 WIB, petugas pengamanan di Gereja Paulus yang bersebelahan dengan Masjid Sunda Kelapa melihat satu orang yang mencurigakan membawa tas. Setelah ditegur, Pria pembawa tas mencurigakan itu lari ke arah halaman Masjid Sunda Kelapa dan melepaskan tasnya di sana, lalu melarikan diri.

Demikian penuturan Wakapolres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Pol. Susatyo Purnomo kepada wartawan di Masjid Sunda Kelapa.

Polisi yang mendapat informasi tersebut langsung menentukan Tim Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya. Dan dipastikan, tas model ransel tersebut berisi barang-barang pribadi seperti baju dan sarung.

"Kami mengharapkan tidak ada berita-berita terkait dengan isu bahan peledak, bom, dan sebagainya," kata Susatyo.

Saat ini, Susatyo menambahkan, "kami masih melakukan penyelidikan mengenai orang yang mencurigakan tersebut,".***


wwwwww