Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
DPR RI
6 jam yang lalu
Catatan Kritis Anis Byarwati Tentang Omnibus Law
2
Resesi Ekonomi, Irwan Fecho Sindir Perppu Corona
DPR RI
24 jam yang lalu
Resesi Ekonomi, Irwan Fecho Sindir Perppu Corona
3
PT LIB Umumkan Sistem Pertandingan
Sepakbola
24 jam yang lalu
PT LIB Umumkan Sistem Pertandingan
4
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
Ekonomi
6 jam yang lalu
Koperasi dan UMKM Jadi Penyelamat Resesi Ekonomi Kata Fahri Hamzah
5
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
MPR RI
6 jam yang lalu
MPR Akan Gelar Sidang Tahunan Dengan Protokol Kesehatan
6
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
MPR RI
6 jam yang lalu
HNW: Sidang Tahunan Bukti MPR Taat Aturan
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Banjir Januari 2020, 3 Orang Tewas di Cipinang Melayu

Banjir Januari 2020, 3 Orang Tewas di Cipinang Melayu
Banjir di Cipinang Melayu. (Foto: LSMGIP)
Rabu, 01 Januari 2020 15:00 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Banjir yang melanda Jakarta pada Rabu (1/1/2020), kembali memakan korban jiwa. Di Cipinang Melayu, Makasar, Jakarta Timur, sepasang suami-istri yang diketahui tengah menderita sakit dikabarkan meninggal dunia.

"Korban di RW 04, 2 orang suami-istri meninggal karena terjebak banjir. Lansia, sekitar umur 75 tahun. Mereka memang sakit sebetulnya," kata Ketua RW 04 Cipinang Melayu, Irwan Kurniadi, Rabu (1/1/2019), dikutip dari detik.com.

Evakuasi, kata Irwan, terkendala karena medan yang tingginya mencapai 4 meter.

Di rukun warga yang sama, korban tewas juga ditemukan bernama M. Ali (82). M. Ali disebut sebagai guru ngaji di Kelurahan Cipinang Melayu, RT4/RW4.

"Korban banjir di antaranya sampai saat ini di Cipinang Melayu sudah ada 1 meninggal dunia, dan diduga masih ada 2 orang yang meninggal dunia dalam upaya evakuasi," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi wartawan.

Di hari yang sama, seorang remaja berusia 16 tahun tewas terkena sengatan listrik dari tiang listrik yang terinduksi saat musibah banjir terjadi. Tubuh korban mengapung di permukaan genangan air, di Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat.***


wwwwww