Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Potensi Gangguan Alam Cukup Ekstrim, Ketua MPR Imbau BPBD Siaga

Potensi Gangguan Alam Cukup Ekstrim, Ketua MPR Imbau BPBD Siaga
Minggu, 05 Januari 2020 21:08 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengimbau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di semua daerah untuk segera konsolidasi dan meningkatkan kesiapsiagaan guna merespons potensi gangguan alam cukup ekstrim dalam beberapa hari ke depan.

Tak hanya BPBD, Ketua MPR pun mengingatkan semua elemen masyarakat agar juga meningkatkan kewaspadaan.  Sebab, ada perkiraan terjadinya curah yang tinggi dalam beberapa hari ke depan. Kewaspadaan masyarakat menjadi penting untuk memperkecil risiko.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sudah memublikasi perkiraan curah tinggi di sejumlah daerah pada periode 5 hingga 10 Januari 2019. Perkiraan daerah dengan curah hujan tinggi itu meliputi Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, Sulawesi, Sumatera Selatan dan Jawa, termasuk Jakarta serta Bodetabek.

Daerah pesisir Jakarta Utara, menurut BMKG,  akan mengalami air pasang maksimum pada 9 Januari hingga 11 Januari 2020. Pasang maksimum akan terjadi pada pukul 10.00 WIB pada 9 Januari, pukul 10.00-11.00 WIB pada 10 Januari dan pukul 11.00 WIB pada 11 Januari 2020. Air pasang maksimum ini diduga akan mengakibatkan banjir rob dan bisa memperparah  banjir di Jakarta.

                                        Perkiraan BMKG yang cukup rinci ini hendaknya ditanggapi oleh semua pihak dengan ragam kegiatan antisipatif yang diperlukan, utamanya oleh pemerintah daerah dan BPBD, serta semua elemen masyarakat. Untuk memperkecil risiko, Ketua MPR juga mendorong semua organisasi relawan pro aktif menghadapi berbagai kemungkinan.

Ketua MPR terus mencermati peristiwa gangguan alam yang terjadi di sejumlah daerah akhir-akhir ini. Ada yang cukup ekstrim seperti halnya di Jakarta dan Bodetabek, serta awan panas guguran Gunung Merapi yang mulai terjadi Sabtu (4/1) malam tadi. Peristiwa di Gunung Merapi itu menyebabkan hujan abu tipis di sekitar Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Untuk mendapatkan gambaran tentang perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan, petugas BPBD disarankan untuk aktif menyimak perkiraan cuaca dari BMKG.

Selain itu, Ketua MPR juga berharap pemerintah daerah memberi perhatian khusus kepada warga yang terpaksa tinggal sementara di pengungsian akibat banjir. Selain makanan, warga yang mengungsi butuh air bersih, selimut hingga obat-obatan.***

wwwwww