Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
8 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
14 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
12 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

M Rahmat Akui Kedatangannya ke Bali United FC Ada Peran Teco

M Rahmat Akui Kedatangannya ke Bali United FC Ada Peran Teco
Selasa, 07 Januari 2020 20:20 WIB
Penulis: Azhari Nasution
BADUNG – Sesi latihan Bali United sudah berlangsung di Lapangan Gelora Trisakti, Legian Badung, Bali, Minggu )5/1/2020). Lima pemain baru yang direkrut oleh Bali United juga sudah tiba dan ikut dalam sesi latihan perdana. Salah satunya adalah mantan penyerang sayap PSM Makassar, Muhammad Rahmat.

M Rahmat mengaku jika ada peran dari Pelatih Bali United Stefano "Teco" Cugurra dibalik kedatangannya ke Bali United setelah 10 tahun berseragam Juku Eja –julukan PSM Makassar.

“Benar Coach Teco yang mengajak saya [ke Bali],” terang pemain kelahiran Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan tersebut. 

10 musim berseragam PSM Makassar, tentu menjadi sesuatu yang berbeda. Berbeda dari arti yang sebenarnya. Terlebih dia tidak pernah meninggalkan PSM sejak menjadi pesepak bola porfesional. 

“Salah satu alasan mengapa saya mau meninggalkan PSM adalah saya ingin mencari pengalaman baru dan suasana baru di luar PSM Makassar,” ujarnya.

“Yang kedua, Bali United adalah klub yang besar dan menjadi juara. Saya punya kesempatan main di Liga Champions Asia meskipun lewat play-off,” tambah penyerang sayap pemilik nomor punggung 11 di PSM Makassar tersebut.

Mengenai persaingan di lini depan, Rahmat mengaku tidak ada masalah sama sekali. Dia pun santai menjawab masalah tersebut.

“Saya ke Bali United dengan niat mau membantu dan memberi kontribusi maksimal. Saya juga tidak ada niat untuk menyingkirkan siapapun. Persoalan main atau tidak, itu adalah hak pelatih. Tugas saya di sini sebagai pemain adalah berusaha di setiap kesempatan dan di latihan,” tutupnya. ***

wwwwww