Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
15 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
15 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
15 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
21 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
20 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Data Terbaru Banjir dan Longsor di Lebak-Banten

Data Terbaru Banjir dan Longsor di Lebak-Banten
Kondisi pengungsi di Banjar Irigasi, Lebak Gedong, Lebak.
Rabu, 08 Januari 2020 10:34 WIB
Penulis: Muhammad Dzulfiqar
JAKARTA - Banjir dan longsor melanda Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, pada 1 Januari 2020. Masa tanggap darurat, diberlakukan hingga 14 Januari 2020 akibat besarnya dampak yang ditimbulkan.

Dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (7/1/2020) terungkap, 30 Desa terdampak dalam banjir dan longsor kali ini. Tiga puluh desa tersebut meliputi wilayah 6 kecamatan yakni, Sajira, Maja, Cipanas, Curug Bitung, Cimarga, dan Lebakgedong.

Sedikitnya 10 korban meninggal dan 1 orang dinyatakan hilang dalam bencana yang juga jadi perhatian nasional itu. Sementara total pengungsi mencapai 3.227 KK yang tersebar di delapan pos pengungsian.

3.105 unit bangunan rusak, angka ini termasuk 1.410 rumah rusak berat, 421 rumah rusak ringan, dan 1.110 rumah terdampak lumpur, 140 sarana pendidikan, 27 kantor pemerintahan, 28 unit jembatan, dan jalan-jalan yang amblas.

Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengungkapkan, bagunan sekolah yang "hilang itu, SMP 4 dan SD Negeri 2. Tinggal sisa lantai saja,".

Kemarau panjang dan penambangan ilegal diduga menjadi penyebabnya rusaknya gunung Halimun. Permukaan gunung itu retak, sehingga ketika hujan berintensitas tinggi terjadi pada 1 Januari lalu, banjir dan longsor tak terhindarkan.

Untuk menjaga Halimun dan mencegah bencana serupa terjadi lagi, Pemprov Banten telah meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, "untuk segera dibangun pohon pinus, bisa 50 tahun,".***

wwwwww