Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
22 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
18 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
13 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir Bandang Landa Padang Laweh Malalo, Belasan Bangunan dan Ternak Hanyut ke Danau Singkarak

Banjir Bandang Landa Padang Laweh Malalo, Belasan Bangunan dan Ternak Hanyut ke Danau Singkarak
Alat berat dikerahkan untuk membantu pembersihan akibat banjir bandang di Nagari Padang Laweh Malalo, Tanah Datar, Sumbar, Jumat (17/1/2020). (foto: internet/tribunpekanbaru.com)
Jum'at, 17 Januari 2020 22:18 WIB
PADANG- Banjir bandang melanda Jorong Tanjuang Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (17/1/2020) pagi sekitar pukul 05.20 WIB. Bencana ini merusak sejumlah rumah warga dan menghanyutkan hewan ternak.
 

"Semua rumah yang rusak, lokasinya berada di tepi aliran Sungai Muaro Buluah," kata Kepala Jorong Tanjung Sawah, Nagari Padang Laweh Malalo, Dasril, di lokasi kejadian seperti dikutip dari TribunPekanbaru.com.

Ia mengatakan, banjir bandang terjadi akibat luapan air Sungai Muaro Buluah, yang tidak bisa menampung debit air hujan yang mengguyur daerah itu sejak Kamis (16/1/2020) sore.

Akibatnya, 12 bangunan rusak dan belasan ekor ternak warga hanyut masuk ke Danau Singkarak. Di antaranya enam unit rumah, satu bangunan perabot, kedai kopi, kantor Wali Jorong, dan bengkel.

Seorang korban yang rumahnya rusak diterjang banjir bandang, Nizarwilis (46), mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu wanita ini sedang melaksanakan shalat Subuh dan mendengar bunyi gemuruh. Saat mendengar suara itu, ia langsung lari meninggalkan rumah dengan mukena yang masih terpasang di badannya.

"Karena mendengar suara gemuruh itu, suara seperti ada yang hanyut, sehingga kami yang ada dalam rumah berlari meninggalkan rumah dengan mukena masih terpasang," tuturnya.

Setelah banjir bandang lewat, kawasan itu dipenuhi lumpur dengan sejumlah bangunan hancur. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar, langsung mengerahkan alat berat ke lokasi.

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Datar, Thamrin, di Batusangkar, Jumat (17/1/2020) mengatakan, ada dua unit alat berat yang dikerahkan, yaitu satu loader dan satu eskavator milik Dinas PUPR setempat. "Bantuan alat berat dari BPBD Provinsi masih di perjalanan," katanya.

Disebutkan, tumpukan lumpur dan material lain mencapai dua meter, membuat badan jalan utama Padang Panjang-Solok via Malalo di Nagari Padang Laweh Malalo tidak bisa dilalui.

Selain pembersihan tumpukan lumpur, batu, dan material lain di badan jalan, petugas juga mengerahkan beberapa mesin pemotong kayu.

Kapolres Padang Panjang AKBP Sugeng Hariadi mengatakan, pengerjaan fokus membersihkan tumpukan material banjir bandang yang menghambat lalu lintas di jalan utama. Setelah itu bersama BPBD menuju lokasi banjir bandang untuk membersihkan sisa-sisa banjir.

"Informasi yang kita dapat, di atas sana dari arah hulu sungai masih ada air yang terbendung oleh tumpukan material batu dan tanah," ujarnya.

Sugeng mengaku, untuk tahap selanjutnya pihaknya akan meminta bantuan drone untuk melihat arah hulu sungai, bagaimana kondisi atau kontur tanahnya. "Kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut, tapi saat ini kita fokus penanganan banjirnya dulu," katanya.

Hingga Jumat sore, belum ada laporan korban jiwa akibat peristiwa banjir bandang ini. (rin/ant)

Editor:arie rh
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Badminton, Olympic, Sumatera Barat
wwwwww