Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
11 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
12 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
3
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
11 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
4
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
8 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
9 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Hujan Membasahi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Hari Ini
Home  /  Berita  /  Badminton
Daihatsu Indonesia Masters 2020

Fajar/Rian Akui Hendra/Ahsan Lebih Cerdik

Fajar/Rian Akui Hendra/Ahsan Lebih Cerdik
Sabtu, 18 Januari 2020 19:31 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto harus mengakui ketangguhan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dalam laga semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2020. Hendra/Ahsan akhirnya merebut tiket final setelah mengalahkan Fajar/Rian dalam duel tiga game dengan skor 21-12, 18-21, 21-17.

Di game pertama, Fajar/Rian tidak dapat mengeluarkan permainan mereka. Di game kedua, Fajar/Rian membalas dan game penentuan terpaksa dimainkan. Sudah unggul 14-12 di game ketiga, Fajar/Rian melakukan kesalahan beruntun dengan gagal mengembalikan servis Ahsan yang begitu tipis, Hendra/Ahsan pun balik unggul dan akhirnya memegang kendali permainan.

"Lawan lebih berani, nggak gampang mati sendiri dan lebih cerdik. Waktu kecolongan di bola datar, di poin-poin krusial, hilangnya cepat begitu saja, nggak pakai reli," kata Rian soal pertandingan.

"Di poin-poin kritis mereka berani berspekulasi, memang mainnya cerdik, kami kalah di sini," tambah Fajar.

Tanding dengan sesama pemain Indonesia, keduanya tak didampingi oleh pelatih. Ahsan/Hendra dan Fajat/Rian mengatakan hal ini memiliki dampak positif dan negatifnya.

"Kalau tidak didampingi pelatih ada bagusnya juga, kami bisa kasih masukan ke partner masing-masing. Jadi bisa rundingkan taktiknya bagaimana," kata Hendra.

"Seperti yang dibilang koh Hendra, keuntungan nggak didampingi pelatih itu kami harus berpikir sendiri. Tapi kerugiannya kalau lagi blank, dua-duanya lagi blank, nggak ada yang ngingetin," tambah Fajar.

Indonesia berpeluang untuk menciptakan all Indonesian final jika Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon berhasil mengatasi perlawanan wakil Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. ***

wwwwww