8 Pasang Calon Independen Bakal Ikut Berlaga dalam Pilkada di Sumbar

8 Pasang Calon Independen Bakal Ikut Berlaga dalam Pilkada di Sumbar
Komisioner KPU Sumbar, Gebril Daulay didampingi Anggota KPU Sumbar, Izwaryani dalam Ngobrol Bareng, Kamis (16/1) lalu. (foto: Gatra.com/Wahyu Saputra)
Sabtu, 25 Januari 2020 16:33 WIB
PADANG- Sebanyak delapan pasang calon kepala daerah di Sumatra Barat (Sumbar) telah menyatakan diri maju sebagai kandidat independen dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020. Jumlah itu terhitung hiingga 16 Januari 2020, sesuai data Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
 

Dikutip dari Gatra.com, Anggota KPU Sumbar, Izwaryani menyebutkan, delapan pasangan perseorangan itu, yakni satu di tingkat provinsi, serta tujuh di kabupaten dan kota. Jumlah calon independen menjelang Pilkada 2020 ini lebih banyak dibandingkan Pilkada sebelumnya. Pasalnya, pada Pilkada 2015 hanya satu calon independen, yakni di Kota Bukittinggi.

"Sekarang delapan calon perseorangan telah menyerahkan mandat ke KPU, dan mengambil password Silon (Sistem Informasi Pencalonan)," katanya.

Izwaryani merincikan, pasangan perseorangan untuk calon Gubernur Sumbar, yakni Fakhrizal - Genius Umar. Selanjutnya, di Kota Bukittinggi yakni M Ramlan Nurmatias - Shahrizal Dt Palang Gagah, Limapuluh Kota yakni Ferizal Ridwan -Nurkhalis, dan Maskar M Dt Pobo-Masril.

Selain itu ada juga di tingkat kabupaten, di antaranya di Kabupaten Agem yakni Mishar - Syamsul Bahri, di Pasaman Barat yakni Agus Susanto-Rommy Candra, di Kabupaten Solok yakni Hendra Saputra-Mahyuzil Rahmat, dan Sijunjung yakni Endre Syaiful-Hasnul Hadi.

Dikatakan Izwaryani, jumlah dukungan untuk bakal calon gubernur dan wakil sebanyak 316.051, dan kemungkinan akan digenapkan 400 ribu. Penyerahan persyaratan di tingkat KPU Sumbar untuk bakal calon gubernur dan wakil mulai 16 hingga 20 Februari 2020 nanti. Sementara untuk wali kota dan wakil, atau bupati dan wakil muali 19 hingga 23 Februari 2020.

"Katanya masih ada yang akan menyusul menjadi bakal calon perseorangan. Menginput data ke Silon itu butuh waktu lama, ditambah lagi mengumpulkan KTP dukungan. Kalau masih ada yang akan mengumpulkan, sepertinya agak terlambat," tukasnya. ***

Editor:arie rh
Sumber:Gatra.com
Kategori:GoNews Group, Politik, Sumatera Barat

wwwwww