Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
18 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
15 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
11 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
20 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
6
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Home  /  Berita  /  Riau

Menurut CDCP, Begini Cara Paling Ampuh Mencegah Tertular Virus Corona

Menurut CDCP, Begini Cara Paling Ampuh Mencegah Tertular Virus Corona
Virus corona. (detikcom)
Senin, 27 Januari 2020 08:00 WIB
JAKARTA - Penggunaan masker N95 tidak ampuh mencegah tertular virus corona. Sebab, ukuran virus mematikan ini jauh lebih kecil dibanding kemampuan masker dalam menyaringnya.

Dikutip dari detik.com yang melansir dailymil, cara paling ampuh mencegah tertular virus corona menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDCP) adalah mencuci tangan sesering mungkin dan berusaha tidak menyentuh wajah dengan tangan.

Menghindari kontak dengan orang sakit juga lebih dianjurkan.

''Menggunakan masker bisa menghentikan seseorang untuk secara langsung memegang mulut dan hidung, yang merupakan jalur umum virus dan kuman masuk ke tubuh,'' kata Prof Stanley Perlman dari University of Iowa.

Dikatakan, ada dua jenis masker yang umum dipakai. Jenis pertama adalah masker N95, yang umum dipakai untuk menangkal asap dan polusi berat. Masker ini menyaring partikel berdiameter 0,30 mikron, sedangkan virus corona disebut punya lebar 0,12 mikron.

Jenis masker yang juga populer adalah masker bedah. Menurut Prof Perlman, jenis ini paling banyak dipakai sekaligus paling tidak efektif karena jarang sekali bisa memfilter partikel berukuran di bawah 5 mikron.

Ahli paru dari RS Persahabatan, dr Diah Handayani, SpP dalam wawancara dengan detikcom beberapa waktu lalu juga mengingatkan bahwa masker cuma salah satu dari berbagai macam perlindungan. Cuci tangan sesering mungkin dan tidak mengucek mata juga termasuk pencegahan yang tidak kalah penting.

''Dan jangan lupa, perhatikan etiket batuk. Selalu ditutup kalau bersin atau batuk,'' saran dr Diah.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:PON, Riau
wwwwww