Banjir dan Longsor Terjang 6 Daerah di Sumbar

Banjir dan Longsor Terjang 6 Daerah di Sumbar
Warga berjalan kaki mengangkut bahan makanan untuk korban bencana. (republika.co.id)
Sabtu, 08 Februari 2020 17:33 WIB
PADANG - Banjir dan longsor menerjang enam kabupaten dan kota di Sumatera Barat, Sabtu (8/2/2020). Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur di wilayah enam daerah tersebut sejak Jumat (7/2) hingga Sabtu.

Dikutip dari republika.co.id, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Barat Rumainur mengatakan enam daerah yang diterjang banjir dan longsor itu adalah Kabupaten Solok, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten 50 Kota dan Kabupaten Agam.

Kabupaten Solok mengalami banjir di di Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukik Sundi. Banjir menyebabkan lebih kurang 15 rumah terendam. Masih di kabupaten yang sama, sebanyak 74 warga terjebak banjir bandang di Nagari Sungai Durian, Kecamatan Sungai Lasih.

''Satgas BPBD Kabupaten Solok saat ini sedang berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi masyarakat yang terjebak banjir. Untuk data dampak kejadian sedang dikumpulkan Oleh BPBD Kabupaten Solok,'' kata Rumainur.

Sementara di Kota Solok, banjir melanda Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Tanjung Harapan. Warga yang terdampak sebanyak 11 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 53 jiwa. Kemudian banjir di Kelurahan Nan Balimo RT 02 RW 03 berdampak terhadap 7 KK 28 Jiwa.

Kemudian di Kabupaten Sijunjung, banjir bandang terjadi di Nagari Batu Manjulur Kecamatan Kupitan. Banjir mengakibatkan satu unit jembatan terputus. Banjir juga menghanyutkan puluhan hewan ternak dan puluhan lahan sawah warga.

Selain itu ada juga satu unit rumah dan satu unit mushala terendam. Total di ada 30 KK hingga saat ini masih terjebak karena akses jembatan terputus.

Juga terjadi longsor sepanjang 15 meter menutup akses jalan di Nagari Timbulun Kecamatan Tanjung Gadang, longsor sepanjang 20 meter menutup akses jalan dan menimbun beberapa unit rumah di Jorong Ranah Palam Nagari Taratak Baru Kecamatan Tanjung Gadang. Kemudian longsor dan banjir memutus akses jalan warga.

Beberapa unit rumah dan satu unit masjid terendam di Nagari Muaro Bodi Kecamatan IV Nagari. Bencana yang sama juga menutup akses jalan warga di Nagari Kampung Dalam Kecamatan Lubuk Tarok.

Masih di Kabupaten Sijunjung, banjir merendam puluhan hektare sawah dan lahan warga di Jorong Pudak Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung. Di Nagari Taratak Baru, Kecamatan Tanjung Gadang longsor juga menutup akses jalan. Terakhir, banjir merendam puluhan hektare sawah dan lahan pertanian di Nagari Aia Angek, Kecamatan Sijunjung.

Di Kabupaten Pasaman Barat, Rumainur mengatakan terjadi bencana banjir di Di Jorong Koto Dalam, Kecamatan Sungai Aur. Banjir membuat empat unit rumah terendam dengan ketinggian air lebih kurang 1,5 meter. Di Kecamatan Ranah Batahan, sebanyak 150 unit rumah terendam air dengan ketinggian air mencapai dua meter di Jorong Taming dan Jorong Aek Napal. Di Jorong Paroman Kecamatan Gunung Tuleh, satu unit ponton atau alat penyeberangn hanyut karena terbawa arus air.

''Saat ini masyarakat di Jorong Paroman tidak bisa beraktivitas,'' ucap Rumainur.

Di Kabupaten 50 Kota, tanah longsor terjadi di Koto Alam, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Longsor menimpa dua unit rumah. Kondisi saat ini dua rumah tersebut mengalami rusak ringan.

Di Kabupaten Agam, bencana tanah longsor terjadi di Jorong XII Kampuang Nagari Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang. Longsor Menutupi badan jalan penghubung dari Simpang Tabek Palambiang menuju Kubang Putiah dengan panjang 8 meter.  Tinggi material longsor sekitar 1,5 meter.

Masyarakat yang hendak lewat harus menggunakan jalur alternatif. Laporan yang diterima Rumainur, bencana di enam kabupaten dan kota di Sumbar tidak menimbulkan korban jiwa. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Peristiwa, Riau, Umum

wwwwww