Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
7 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
17 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
4
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
15 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
5
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
Hukum
15 jam yang lalu
Minta Perlindungan Hukum, John Kei Kirim Surat ke Jokowi dan Kapolri
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Ketua MPR RI Terima Tongkat Raja Batak Tunggal Panaluan dan Pakaian Adat Raja

Ketua MPR RI Terima Tongkat Raja Batak Tunggal Panaluan dan Pakaian Adat Raja
Foto: Dok. MPR RI
Sabtu, 08 Februari 2020 23:12 WIB
TAPANULI - Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima tanda kehormatan Tongkat Raja Batak Tunggal Panaluan, serta seperangkat pakaian adat Raja Batak dalam kunjungan kerjanya ke Tapanuli Utara, Sumatera Utara.

Tanda kehormatan tersebut diberikan langsung oleh para tokoh masyakarat adat di gedung berkharismatik, Sopo Partungkoaan Tarutung, dan disaksikan langsung oleh Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, dan Ketua DPRD Tapanuli Utara Poltak Pakpahan.

"Tanda kehormatan ini menjadi pecut bagi saya untuk bekerja keras memaksimalkan peran sebagai Ketua MPR RI untuk memajukan kebudayaan nasional. Khususnya budaya sebagai sumber nilai kebajikan, keluhuran etika, dan pemantik pariwisata untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ujar Bamsoet usai menerima tanda kehormatan di Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (7/2/2020) kemarin.

Wakil Ketua Umum SOKSI ini menerangkan, Pasal 32 UUD NRI 1945 telah menjamin kehadiran negara dalam memajukan kebudayaan nasional di tengah peradaban dunia, serta penghormatan dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. "Namun, seringkali para pemangku kebijakan melupakan atau bahkan pura-pura lupa terhadap keberadaan Pasal 32 tersebut,".

"MPR RI akan selalu lantang mengingatkan siapapun, baik pemerintah pusat dan daerah, maupun juga organisasi kemasyarakatan agar tak melupakan pengembangan budaya sebagai spirit pembangunan. Budaya lah yang membuat bangsa Indonesia kuat, sekaligus menjadi pengikat persaudaraan. Siapapun yang melupakan kebudayaan, sama saja dengan melupakan jati dirinya sebagai manusia yang beradab," tandas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini mengungkapkan, dalam kunjungan kerja ke Tapanuli Utara, selain mensosialisasikan Empat Pilar MPR RI, dirinya juga mendukung pendirian Universitas Negeri Tapanuli Raya.

"Keberadaan kampus akan sangat menunjang pembangunan sumber daya manusia dan juga kebudayaan di sekitar Tapanuli Utara," kata Bamsoet.

Keindahan dan potensi kekayaan alam di sekitar kawasan Danau Toba, juga dikatakan, perlu untuk terus dikembangkan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.

"Karena itu membutuhkan sumber daya manusia yang tak hanya pintar dalam ilmu pengetahuan, namun juga memiliki pemahaman tentang kebudayaan dan kearifan lokal," tutur Bamsoet.

Tak hanya sekedar mendukung secara lisan, mantan Ketua DPR RI ini juga langsung menandatangani surat dukungan pembentukan Universitas Negeri Tapanuli Raya dengan disaksikan Bupati Tapanuli Utara dan seluruh peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI.

Bamsoet berjanji, sekembalinya ke Jakarta akan menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah pusat.

"Saya, Bambang Soesatyo, selaku Ketua MPR RI dengan ini menyatakan dukungan pembentukan universitas negeri di Tapanuli sebagai upaya meningkatkan akses pendidikan tinggi dan kualitas sumber daya manusia. Saya juga mendorong tokoh-tokoh Batak untuk bersama membujuk presiden agar secepatnya menandatangi pendirian universitas negeri ini demi kemajuan daerah Tapanuli," pungkas Bamsoet.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Politik, DKI Jakarta

wwwwww