Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
15 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
12 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
12 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
16 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
5
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
KOI
16 jam yang lalu
NOC Indonesia Perkuat Kolaborasi dengan ITTF, IPL Siap Gelar WTT Youth 2027 di Bali
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
13 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Banjir Kembali Landa Calon Ibu Kota Baru, 379 Jiwa Terdampak

Banjir Kembali Landa Calon Ibu Kota Baru, 379 Jiwa Terdampak
Selasa, 18 Februari 2020 21:12 WIB
PENAJAM - Hujan yang mengguyur sejak sore Senin (17/2) yang berlanjut hingga malam menyebabkan sungai Riko di Desa Bukit Subur Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur meluap hingga mengakibatkan permukiman warga banjir. Sebanyak 379 jiwa di ibu kota baru itu terdampak.

Kepala Desa Bukit Subur, Asep Andreawan mengatakan air mulai meluap naik dari Sungai Riko masuk ke pemukiman sejak selasa (18/2) pagi.

"Kemarin sore air baru rata dengan bibir sungai. Tadi malam hujan deras lagi, pagi naik sudah air ke wilayah ke pemukiman," kata Asep Andriawan seperti dilansir dari CNNIndonesia.com.

Ia mengatakan bahwa banjir sempat hingga setinggi 1 meter. "Tapi airnya sekarang sudah mulai surut hingga 50 persen," katanya.

Ia juga menyebutkan, warga di delapan RT terdampak banjir. Mereka yang rumahnya terendam mengungsi ke rumah rumah kerabat yang berada di ketinggian. Banjir ini menurutnya adalah banjir tahunan.

"UPT PU kecamatan sudah mendatangkan eskavator di desa untuk pelebaran sungai. Cuma memang belum bisa turun karena curah hujan masih tinggi," ucapnya.

Asep menduga Sungai Riko sudah mengalami pendangkalan sehingga air mudah meluap saat curah hujan tinggi. Karena itu dibutuhkan pengerukan sungai.

Sementara itu dalam keterangan resminya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, banjir yang merendam ini tidak hanya di Desa Bukit Subur tetapi juga terjadi di Kelurahan Riko.

Dari dua desa ini terdapat 115 Kepala keluarga yang terdampak. "Tim gabungan BPBD bersama warga sudah melakukan pendataan korban terdampak banjir dan memasang sistem jalur tali di jembatan untuk antisipasi air meluap sehingga bisa mentransfer logistik ke seberang sungai," demikian pernyataan tertulis BPBD.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut 115 KK terdampak terdiri dari 379 jiwa. Desa Bukit Subur terbanyak keluarga terdampak dengan jumlah 104 atau 336 jiwa.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BPNB Agus Wibowo mengatakan akibat banjir, sebuah jembatan kayu dan gundukan tanah hampir putus akibat banjir sehingga tak bisa dilintasi. "Sinyal jaringan telepon sangat susah sehingga memperlambat proses pelaporan di lapangan. Selain itu, warga tidak bisa memasak karena material kayu bakar tidak bisa digunakan karena basah," kata Agus dalam keterangan tertulisnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:CNNIndonesia.com
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, Kalimantan Timur
wwwwww