Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
19 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
22 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
23 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
24 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
6
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
6 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Home  /  Berita  /  Badminton

Sudah Saatnya Pihak Swasta Terlibat Kelola Olahraga

Sudah Saatnya Pihak Swasta Terlibat Kelola Olahraga
Selasa, 18 Februari 2020 19:14 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
SEMARANG - Selain pendidikan dan kesehatan, sebagian negara berkembang juga menempatkan olahraga sebagai bagian program unggulan.

Namun di Indonesia, sejak 2016 lalu, olahraga justeru menurun dan stagnan. Demikian diungkapkan Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mataliti saat kunjungan kerja bersama Komite III DPD RI, di Provinsi Jawa Tengah, Selasa (18/02/2020).

Kunjungan kerja kali ini, dalam rangka inventarisasi materi penyusunan dan pengawasan atas pelaksanaan Undang-Undang nomor 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, di Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Hadir dalam kegiatan ini wakil gubernur jawa tengah, Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNS, Ketua Koni Jawa Tengah, Ketua FORMI Jawa Tengah, dan Pimpinan PB Djarum Foundation. "Semua negara menempatkan, olahraga sangat penting disamping kesehatan dan pendidikan. Sayangnya, sejak 2006, prestasi olahraga Indonesia menurun atau stagnan," ujar LaNyalla.

Mantan Ketua PSSI itu berharap, olahraga di Indonesia bisa kembali bangkit dan tidak melulu hanya melibatkan pemerintah. "Sudah saatnya swasta juga terlibat pengelolaan olahraga," tandasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, menjelaskan, saat ini pemda Jateng tengah fokus pada pembinaan dan kemitraan olahraga. Peningkatan kualitas SDM dan organisasi olahraga. Sapras dikelola oleh swasta. "Dampaknya, prestasi atlet Jateng sangat membanggakan. Termasuk, prestasi pelajar dan mahasiswa disabilitas sangat membanggakan. Kita juga melakukan pembinaan para pelatih agar lebih profesional," tegasnya.

Ia menambahkan, upaya pencarian bibit unggul dilakukan melalui talent scouting, pengamatan langsung, seleksi umum dan pengataman portofolio. "Namun, kita akui masih terdapat kendala di antaranya adalah, sapras, keterlibatan perusahaan, olahraga potensial dan keunggulan lokal," tukasnya.

Sementara itu, Senator Bali, Anak Agung Gde Agung, mengatakan, di daerehnya, saat ini olahraga justeru dikelola untuk mendatangkan uang. "Even olahraga harus dijadikan berskala internasional sehingga bisa mendatangkan devisa. Inilah yang disebut sport tourism. Perlu dilakukan panca lomba, seperti olahraga gunung dan sungai," tukasnya.***

wwwwww