Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
17 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
13 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
14 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
5
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
17 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
21 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton

Wacana Pemerintah Beri Pensiunan Rp1 Miliar, Pimpinan MPR: Duitnya dari Mana?

Wacana Pemerintah Beri Pensiunan Rp1 Miliar, Pimpinan MPR: Duitnya dari Mana?
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Dok. MPR)
Selasa, 18 Februari 2020 20:32 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wacana pemerintah yang akan memberikan pensiunan Aparata Sipil Negara (ASN) 1 miliar rupiah dipertanyakan banyak pihak.

Tak terkecuali Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. Menurut politisi Demokrat ini, negara masih belum bisa memberikan uang sebanyak itu kepada ASN atau PNS yang ingin pensiun.

Ia justeru minta pemerintah mengkaji ulang hal tersebut. "Jangan sampai, ke depannya kebijakan itu menimbulkan hutang bagi negara. Sekarang saya tanya, itu uangnya darimana? Dari pinjaman? Debt rasio naik lagi," kata Syarief di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

"Sekarang aja udah mau 30 persen atau mau 31 persen. Minjem itu pakai yang produktif. Boleh boleh saja, prinsipnya boleh itu kan untuk kesejahteraan supaya maksudnya supaya pegawai pensiun bisa berusaha, ya kan. Itu juga meningkatkan ekonomi, tetapi persoalannya sekarang, untuk memberikan sebesar Rp1 miliar itu uangnya dari mana ya," timpalnya.

Ia juga mengaku tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Menteri PAN-RB menguslkan gagasan itu.

Namun demikian lanjut Syarief Hasan, Ia akan setuju, jika untuk kesejahteraan hanya menambah nilai pensiunnya saja.

"Tapi sekali lagi, angka 1 miliar, itu tidak realistis. Bagi saya bagus-bagus saja kan kewajiban kita untuk mensejahterakan rakyat ya kan. Tapi harus rasional berfikir, asal uangnya ada," tegasnya.

"Kalau mau pensiun ada kompensasi lebih besar, kita dukung lah gitu kan. Tapi harus realistis," pungkasnya.***

wwwwww