Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
6 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
6 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
47 menit yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
4
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
Sepakbola
52 menit yang lalu
Pujian Osmar Loss buat Mentalitas Pemain Dewa United FC
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
42 menit yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
32 menit yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Riau

Soal 'Salam Pancasila', Pimpinan MPR: Lembaganya Tak Salah, Kepala BPIP yang Ngawur

Soal Salam Pancasila, Pimpinan MPR: Lembaganya Tak Salah, Kepala BPIP yang Ngawur
Senin, 24 Februari 2020 17:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan menegaskan, secara Kelembagaan, Badan Pengamalan Ideologi Pancasila (BPIP) tidak salah terkait pro dan kontra 'Salam Pancasila'.

"Secara lembaga BPIP ya enggak salah, yang ngawur itu kan Kepala BPIP nya, Yudian Wahyudi," ujar Syarief Hasan, usai membuka Olimpiade PPKn ke 9 di FKIP UNRI, Senin (24/2/2020).

"Harusnya, Kepala BPIP ini fokus sosialisasi soal Pancasila, yang nyangkut agama tak usah lagi diatur-atur. Apalagi soal Pancasila musuh agama juga tidak Betul," tambahnya.

Agama kata Syarief, justeru yang mengatur Pancasila, mengakomodir Pancasila. "Jadi tidak ada agama yang bertentangan dengan Pancasila. Soal negara kita memang diatur oleh Pancasila, tapi soal kehidupan umat itu yang mengatur Agama," tegasnya.

Agama itu lanjut Syarief Hasan, adalah bagian dari penyempurnaan Pancasila. Begitu juga dengan saran salam Pancasila, menurutnya adalah usulan ngawur.

"Pancasila itu implementasi kita dalam berbangsa dan bernegara. Selama ini kan sudah terbangun dimasyarakat soal Salam ini. Assalamualikum ditambah salam sejahtera bagi kita semua, itu sudah cukup," ujar politisi Demokrat itu.

Ditanya apakah setuju BPIP dibubarkan?, Syarief Hasan mengaku menyerahkan sepenuhnya ke Presiden Jokowi. "Itu kewenangan Presiden, sekali lagi yang salah dan ngawur itu orangnya, secara lembaga BPIP tak salah," pungkasnya.***

wwwwww