Home > Berita > Riau

Datangkan Plt Bupati Bengkalis, Pegiat Anti Korupsi Riau Sarankan Polda Gandeng Jaksa

Datangkan Plt Bupati Bengkalis, Pegiat Anti Korupsi Riau Sarankan Polda Gandeng Jaksa
Jum'at, 28 Februari 2020 22:22 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
PEKANBARU - Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Anti Korupsi (AMMAN) Riau menilai bahwa Polda Riau lebih baik menggandeng penegak hukum lain seperti Kejaksaan jika kesulitan mendatangkan Muhammad, pelaksana tugas Bupati Bengkalis yang telah tiga kali mangkir dari panggilan penyidik.

"Jika polisi kesulitan bisa menggandeng penegak hukum lain misal KPK atau kejaksaan. Bagi kami tidak masalah, yang penting proses hukum bisa cepat berjalan," kata Koordinator Amman Didik Arianto di Pekanbaru, Jumat (28/2/2020).

Sejatinya Didik mengatakan Amman masih percaya dengan Polda Riau yang dipimpin oleh Inspektur Jenderal Polisi Agung Setya Imam Effendi. Dia juga mengatakan masih mendukung Polda Riau menangani perkara itu.

Namun, tiga kali absennya Muhammad dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, kata dia merupakan preseden buruk bagi Korps Bhayangkara. "Jadi maruah institusi Polri seperti tidak dianggap lagi. Bahasa kasarnya penghinaan bagi institusi Polri," ujarnya. 

Pelaksana tugas Bupati Bengkalis, Muhammad yang menyandang status tersangka dugaan tindak pidana korupsi pipa transmisi PDAM senilai Rp3,4 miliar telah tiga kali mangkir panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. 

Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau sebelumnya menetapkan Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang menjabat sebagai wakil bupati Bengkalis itu sebagai tersangka. Muhammad, kini menjabat sebagai pelaksana tugas Bupati Bengkalis usai Amril Mukminin ditahan KPK sebagai tersangka. 

Akan tetapi, status tersangka Muhammad tidak disampaikan oleh Polda Riau, melainkan dari pernyataan Kejaksaan Tinggi Riau yang telah  menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dengan nama Muhammad pada 3 Februari 2020 lalu. 

Perkara ini sebelumnya menyeret tiga pesakitan. Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru pada pertengahan 2019 menjatuhkan vonis tiga terdakwa dugaan korupsi pipa transmisi di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Ketiga terdakwa adalah Direktur PT Panatori Raja, Sabar Stevanus P Simalongo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Edi Mufti BE dan konsultan pengawas proyek, Syahrizal Taher. Hakim menyebut, ketiganya merugikan negara Rp2,6 miliar lebih.

Terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 18 Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada Sabar Stevanus P Simalongo, dan Edi Mufti dengan penjara selama 5 tahun. Keduanya juga dihukum membayar denda masing-masing Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan.

Sabar Stefanus P Simalongo dijatuhi hukuman tambahan membayar uang pengganti kerugian negara Rp35 juta yang sudah dititipkan ke kejaksaan. Sementara, Syafrizal Taher divonis hakim dengan hukuman 4 tahun penjara, denda Rp200 juta atau subsider 3 bulan kurungan.

Dalam nota dakwaannya JPU menyebutkan, perbuatan para terdakwa dilakukan pada tahun 2013 di Kantor Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Sumber Daya Air Provinsi Riau. Pada dinas itu terdapat paket pekerjaan pengadaan dan pemasangan PE 100 DN 500 mm dengan anggaran sebesar Rp3.836.545.000 yang bersumber dari APBD Riau.

Ketika itu Muhammad bertindak selaku Kuasa Pengguna Anggaran dan Pengguna Anggaran, SF Harianto. Pada saat lelang diumumkan pada tanggal 14 Mei 2013 hingga 21 Mei 2013 melalui website LPSE Riau www.lpse.riau.go.id, Harga Perkiraan Sendiri (HPS) yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen adalah sejumlah Rp3.828.770.000.

Saat lelang dimulai saksi Harris Anggara alias Lion Tjai selaku Direktur PT Cipta Karya Bangun Nusa mengaku sebagai supplier pipa dari Medan dan memakai tiga perusahaan untuk mengikuti lelang, yakni PT Panotari Raja, PT Harry Graha Karya dam PT Andry Karya Cipta.

Dalam pelaksanaan pipa terdapat penyimpangan dalam proses pelelangan. Terdapat kesamaan dukungan teknis barang/spesifikasi teknik yang ditawarkan antara dokumen ketiga perusahaan fiktif.

Terdakwa Sabar Stefanus P Simalongo bersama Harris Anggara secara leluasa melaksanakan pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500 mm TA 2013 secara tidak benar. Pipa transmisi yang dipasang tidak sesuai dengan SNI Nomor 4829.2:2012 maupun SNI Nomor 06-4829-2005, yang berarti material atau bahan baku yang digunakan tidak sesuai dengan standar mutu.

Pengujian terhadap kekuatan hidrostatik pipa selama 65 jam pada suhu 80°c akan tetapi pada saat dilakukan pengujian yaitu pada jam ke 36:24 pipa yang diuji tersebut pecah. Selain itu, pekerjaan pengadaan dan pemasangan pipa transmisi PE 100 DN 500 mm TA 2013 telah terjadi keterlambatan 28 hari kerja.***


GoNews Pengamat Hukum Desak Polda Riau DPO-kan Plt Bupati Bengkalis
GoNews Coba Serang Petugas Pakai Bom Pipa, Seorang Teroris Jaringan Jamaah Ansharut Daulah Tewas Ditembak Polisi di Pelalawan
GoNews 10 TKI Ilegal Diperiksa Intensif Polda Riau Pasca Kapal Tenggelam
GoNews Kapolda Riau akan Berikan Pin Emas untuk Aparat dan Relawan yang Mampu Tekan Karhutla
GoNews Ditnarkoba Polda Riau Tangkap Dua Orang Pengirim 3 Kg Sabu Asal Malaysia
GoNews Tak Serius Tangani Karhutla, Satu Kapolsek di Pelalawan Dicopot
GoNews Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Pekanbaru Lalu Amankan Tiga Pucuk Senpi dan Ratusan Peluru di Kuansing
GoNews Sisir Tempat Maksiat, Polda Riau Turunkan Satu Pleton Brimob
GoNews Obok-obok Queen Club Pekanbaru, Kapolda Riau Sikat Karyawan Pengedar Pil Ekstasi Gambar Kodok
GoNews Dianiaya Massa, Anggota Brimob Polda Riau Meninggal di Papua, Begini Kronologis Kejadiannya
GoNews Hendak ke Pos Masjid At Taqwa, Anggota Brimob Polda Riau Meninggal Dikeroyok Massa di Papua
GoNews Serang Polisi Pakai Ketapel Panah, Terduga Teroris di Siak Ditembak
GoNews Densus 88 dan Polda Riau Amankan Lima Terduga Teroris, Satu Diantaranya Ditembak Petugas di Siak
GoNews Pasca Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Polda Riau Perintahkan Seluruh Polres di Riau Perketat Penjagaan
GoNews Kombes Bhirawa Dimutasi ke Mabes Polri, Dirlantas Polda Riau Diganti Kombes Pringadi
GoNews Polda Riau Pastikan Kasus Korupsi Miliaran Dana Hibah Tahun 2012 di Bengkalis Terus Bergulir
GoNews Polri Perkuat Pengetahuan Bermedia Sosial, Divhumas Polri: Jika Mau Membersihkan Masyarakat Kita Harus Paham Dulu
GoNews Antisipasi Banjir, Ditpolairud Polda Riau Periksa Saluran Air di Sungai Siak
wwwwww