Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
19 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
16 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
12 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
16 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Hukum
20 jam yang lalu
Iwan Bule Dukung Kapolri Suyudi Usut Tuntas Kasus Penyadapan Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Badminton
Jelang Olimpiade Tokyo 2020

Johni Asadoma Siap Mundur Jika Gagal Loloskan Petinju

Johni Asadoma Siap Mundur Jika Gagal Loloskan Petinju
Ketua Umum PB Pertina, Johni Asadoma
Sabtu, 29 Februari 2020 00:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Ketua Umum PB Pertina, Brigjen Pol Johni Asadoma menunjukkan sikap ksatria di hadapan Menpora Zainudin Amali. Wakil Kepala Kepolisian (Wakapolda) Nusa Tenggara Timur (NTT) ini siap meletakkan jabatannya sebagai orang nomor satu di dunia tinju amatir Indonesia jika gagal meloloskan petinju ke Olimpiade Tokyo 2020.

"Indonesia itu sudah tiga Olimpiade tidak meloloskan petinju. Sebagai mantan petinju nasional, saya siap mundur sebagai Ketua Umum PB Pertina jika memang gagal meloloskan petinju Indonesia ke Olimpiade Tokyo 2020," kata Johni Asadoma usai acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) Kemenpora dan PB Pertina sehubungan bantuan dana pelatnas Olimpiade Tokyo di Media Centre Kemenpora Jakarta, Jumat (29/2/2020).

Prestasi olahraga tinju amatir Indonesia memang pernah bersinar dengan menempatkan tiga petinju ke perempat finalis Olimpiade. Yakni, Ferry Moniaga (Kelas Layang) pada Olimpiade Munchen 1972, Albert Papilaya (Kelas Menengah) pada Olimpiade Barcelona 1992 dan La Paena Masara (Kelas Layang) pada Olimpiade Atlanta 2000.

Ya, PB Pertina memang menargetkan petinjunya untuk lolos pada babak kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 untuk Asia-Oceania yang akan digelar di Amman, Yordania, 3-12 Maret 2020. Di event ini, Indonesia akan menurunkan Mikhail Roberto Muskita (Menengah 75kg), Lucky Mira Agusto Hari (Bantam 57kg), Aldom Sugoro (Layang 52kg), dan Ratu Silpa Lau (Bulu 57kg putri).

"Kita memang menargetkan ada petinju Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo 2020. Dan, saya menargetkan Aldom Sugoro," kata Johni Asadoma.

Untuk menghadapi babak kualifikasi Olimpiade di Amman, Yordania ini, kata Johni Asadoma, Tim Tinju Indonesia sudah menjalani pelatnas Olimpiade sejak Januari lalu di bawaPetinju Ih asuhan pelatih asal Kuba, Roberto.

"Persiapan Tim Tinju Indonesia cukup bagus. Mereka sudah setahun ditangani pelatih asal Kuba. Yang saya khawatirkan hanya satu penilaian di cabang tinju itu sangat subyektif tidak seperti olahraga terukur," ungkapnya.

Selain babak kualifikasi Asia-Oceania, Indonesia masih punya kesempatan untuk b isa meloloskan petinjuu pada Kejuaraan Tinju Dunia yang akan digelar di Paris, Perancis Mei mendatang. Hanya saja, Johni merasa peluang untuk bisa meloloskan petinuu cukup berat.

"Persaingan di kejuaraan dunia itu sangat berat karena lawan yang dihadapi petinju dari penjuru dunia. Di sini kita juga akan menerjunkan Farrand Papendang (Kelas Welter Ringan) dan petinju peraih perunggu Asian Games 2018, Uswatun (kelas Ringan 60kg putri)." ungkapnya.

Untuk pelatnas Olimpiade Tokyo 2020, PB Pertina mendapat bantuan dana senilai Rp 5,2 miliar dari permohonan semula Rp 7,3 miliar. Dana itu dialokasikan untuk biaya program pemusatan latihan hingga uji coba ke luar negeri. ***

wwwwww