Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
Sepakbola
24 jam yang lalu
Zlatko Runje Gantikan Igor Tolic Saat Jamu Kalteng FC
2
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Persib, Mundari Karya Optimistis Curi Poin
3
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
Sepakbola
24 jam yang lalu
Duet Risto Vidakovic dan Edin Prljaca Tangani PSIM Yogyakarta
4
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
Korporasi
23 jam yang lalu
Penurunan Muka Tanah Jakarta Melambat, PAM Jaya Ungkap Peran Air Perpipaan
5
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
Sepakbola
23 jam yang lalu
Kesempatan Frediric Injay Balas Kekalahan Lawan Garudayaksa
6
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
4 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Home  /  Berita  /  Badminton
Rapat Anggota Tahunan NOC Indonesia 2020

KOI Ajak PB/PP Catat Sejarah Jadikan Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032

KOI Ajak PB/PP Catat Sejarah Jadikan Indonesia Tuan Rumah Olimpiade 2032
Raja Sapta Oktohari (NOC Indonesia)
Senin, 02 Maret 2020 18:44 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Presiden National Olympic Committee (NOC) Indonesia, Raja Sapta Oktohari mengajak seluruh induk-induk organisasi (PB/PP) untuk memberikan dukungan terhadap perjuangan NOC Indonesia dalam mewujudkan keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Saingan Indonesia itu hanya tinggal Australia dan univikasi Korea. Dan, saya yakin dengan dukungan PB/PP yang tangannya lebih panjang keinginan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 bisa terwujud," kata Raja Sapta Oktohari pada Rapat Anggota Tahunan (RAT) National Olympic Committe (NOC) Indonesia) di Hotel Sheraton Jakarta, Senin (2/3/2020).

Dalam upaya kampanye tuan rumah Olimpiade 2032, kata Okto panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, Indonesia akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan event-event internasional. "NOC Indonesia sudah melakukan kunjungan ke beberapa negara untuk mencari dukungan. Saatnya, kita menjemput bola dan jangan lagi menunggu untuk menggelar berbagai event internasional dalam rangka kampanye tuan rumah Olimpiade 2032. Marilah kita bersama-sama mencatat sejarah," ajaknya.

Upaya Okto mengajak PB/PP ini terkait dengan adanya kemungkinan tuan rumah Olimpiade 2032 diumumkan lebih cepat. "Penentuan tuan rumah Olimpiade 2032 itu ditentukan pada Olimpiade di Paris 2024. Tetapi, ada juga yang menyebutkan dilakukan pada tahun 2022 dan 2023," jelasnya.

Waktu 12 tahun ke depan itu, kata Okto, tidak panjang. Selain mempersiapkan penyelenggaran juga sukses prestasi pada event akbar empat tahunan dunia tersebut. "Kita semua kan paham bahwa prestasi itu tidak bisa instan tetapi by desain. Jadi, kita sudah mulai menyusun program pembinaan yang bisa menghasilkan atlet-atlet berkualitas dan mampu meraih prestasi di Olimpiade 2032 nanti. Dengan demikian kita bisa sukses penyelenggaraan dan prestasi," tandasnya.

Lebih jauh Okto juga mengungkapkan Jepang menjadi tuan rumah Olimpiade 2020 itu penuh dengan perjuangan. Namun, kini Negeri Matahari Terbit itu mendapat cobaan dengan adanya wabah virus corona.

"Jepang itu pernah gagal dalam usahanya mengusulkan menjadi tuan rumah Olimpiade. Makanya, NOC Indonesia melalui surat memberikan dukungan terhadap Jepang dalam melaksanakan Olimpiade 2020 dalam kondisi seperti sekarang ini dimana wabah virus corona. Sama halnya, kita memberikan dukungan kepada Filipina saat menjadi tuan rumah SEA Games XXX/2019 di tengah kekurangannya," imbuhnya.

Dalam RAT itu, NOC juga menyerahkan sertifikat penghargaan terhadap PB/PP sebagai bentuk penghargaan karena terjadi peningkatan perolehan medali emas dari 38 emas menjadi 72 emas pada SEA Games Filipina 2019. ***

wwwwww