Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
7 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
2
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
6 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
3
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
20 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
4
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
4 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
5
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
7 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
6
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Awas! Kemenkes Tegaskan Penyampaian Data Pasien Corona Hak Kemenkes dan RS

Awas! Kemenkes Tegaskan Penyampaian Data Pasien Corona Hak Kemenkes dan RS
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk Corona, Achmad Yurianto (kanan). (Foto: Kumparan.com)
Rabu, 04 Maret 2020 14:32 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk Corona, Achmad Yurianto menegaskan, data pasien corona sepenuhnya dimiliki pihak medis sehingga wewenang penyampaian ke publik menjadi hak daripada Kemenkes dan rumah sakit.

"Menyampaikan kasus ini confirm positif atau tidak, itu adalah kewenangan Kemenkes. Sebenarnya, lebih detail lagi rumah sakit yang diminta itulah yang menyampaikan. Kalau kemudian daerah mengumumkam sendiri saya enggak tahu,” kata Achmad di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020) kemarin.

Achmad, dalam lansiran kumparan.com yang dikutip GoNews.co pada Rabu (4/3/2020), menyayangkan sikap Pemda Cianjur yang mengumumkan data warga diduga meninggal karena corona secara gamblang. Ia berharap ke depan Kemenkas lah yang berwenang mengumumkan informasi itu ke publik.

"Kalau kemudian daerah mengumumkan sendiri saya nggak tahu. Cianjur mengumukan bahwa dia suspect corona, dari mana juga dia dapat itu," ujar Achmad.

Sebelumnya seorang pria yang yang disebut asal Bekasi dan diduga suspect Corona dinyatakan meninggal dunia di Cianjur pada Selasa (3/3/2020).

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan, pria tersebut baru saja pulang dari Malaysia pada pertengahan Februari lalu. Menurut Herman, pasien pulang dalam kondisi sehat.

Soal data pasien ini, belakang juga beredar pesan berantai yang isinya memuat data 2 pasien positif terjangkit virus corona usai diumumkan oleh Presiden Joko Widodo Senin (2/3/2020) siang. Data tersebut dilengkapi nama hingga foto 2 warga Depok itu.

Merespons hal tersebut, hari ini Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Polri akan menyelidiki pelaku awal penyebar data tersebut. Argo menyebut, hal itu melanggar hukum.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww