Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
6 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
6 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
6 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Badminton

Awas! Kemenkes Tegaskan Penyampaian Data Pasien Corona Hak Kemenkes dan RS

Awas! Kemenkes Tegaskan Penyampaian Data Pasien Corona Hak Kemenkes dan RS
Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk Corona, Achmad Yurianto (kanan). (Foto: Kumparan.com)
Rabu, 04 Maret 2020 14:32 WIB
JAKARTA - Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk Corona, Achmad Yurianto menegaskan, data pasien corona sepenuhnya dimiliki pihak medis sehingga wewenang penyampaian ke publik menjadi hak daripada Kemenkes dan rumah sakit.

"Menyampaikan kasus ini confirm positif atau tidak, itu adalah kewenangan Kemenkes. Sebenarnya, lebih detail lagi rumah sakit yang diminta itulah yang menyampaikan. Kalau kemudian daerah mengumumkam sendiri saya enggak tahu,” kata Achmad di Kemenkes, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020) kemarin.

Achmad, dalam lansiran kumparan.com yang dikutip GoNews.co pada Rabu (4/3/2020), menyayangkan sikap Pemda Cianjur yang mengumumkan data warga diduga meninggal karena corona secara gamblang. Ia berharap ke depan Kemenkas lah yang berwenang mengumumkan informasi itu ke publik.

"Kalau kemudian daerah mengumumkan sendiri saya nggak tahu. Cianjur mengumukan bahwa dia suspect corona, dari mana juga dia dapat itu," ujar Achmad.

Sebelumnya seorang pria yang yang disebut asal Bekasi dan diduga suspect Corona dinyatakan meninggal dunia di Cianjur pada Selasa (3/3/2020).

Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman menjelaskan, pria tersebut baru saja pulang dari Malaysia pada pertengahan Februari lalu. Menurut Herman, pasien pulang dalam kondisi sehat.

Soal data pasien ini, belakang juga beredar pesan berantai yang isinya memuat data 2 pasien positif terjangkit virus corona usai diumumkan oleh Presiden Joko Widodo Senin (2/3/2020) siang. Data tersebut dilengkapi nama hingga foto 2 warga Depok itu.

Merespons hal tersebut, hari ini Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, Polri akan menyelidiki pelaku awal penyebar data tersebut. Argo menyebut, hal itu melanggar hukum.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Voli, DKI Jakarta
wwwwww