Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
23 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
3
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
Peristiwa
24 jam yang lalu
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
4
Ada Potensi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
Politik
24 jam yang lalu
Ada Potensi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
5
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
21 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
6
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Home  /  Berita  /  GoNews Group

MPR Dorong Generasi Milenial Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Arab

MPR Dorong Generasi Milenial Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Arab
Foto: MPR RI
Rabu, 04 Maret 2020 00:14 WIB
BANTEN - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan pentingnya generasi milenial, khususnya mahasiswa Fakultas Agama Islam, untuk lebih memahami bahasa Arab. Hal ini disampaikan Hidayat saat mengisi kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa Fakultas Agama Islam UMJ.

"Pemahaman agama Islam terkait dengan pemahaman al Qur’an yang komprehensif. Pemahaman al Qur’an yang komprehensif tergantung juga dengan pemahaman bahasa Arab yang komprehensif," kata Hidayat ketika menyampaikan Kuliah Umum dengan tema 'Urgensi Pengembangan Bahasa Arab terhadap Komprehensifitas Pemahaman Agama pada Generasi Milenial' di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/3/2020).

Hidayat memaparkan pemahaman agama sering dihubungkan dengan radikalisme, terorisme, liberalisme. "Karena itu generasi milenial perlu meningkatkan kualitas pemahaman bahasa Arab sehingga tidak terjebak pada pemahaman beragama yang tidak komprehensif," ujarnya.

"Radikalisme bisa terjadi ketika pemahaman bahasa Arab tidak membawa pada pemahaman yang utuh terhadap teks-teks agama. Jadi diambil sepotong-sepotong. Memahami agama dengan cara yang tidak komprehensif menghadirkan masalah-masalah," sambungnya.

Hidayat menjelaskan generasi milenial adalah generasi yang hadir di abad 21. Merujuk pada PBB dan UNESCO, generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 sampai tahun 2000. Ada juga definisi lain, generasi milenial adalah mereka yang berusia antara 14 tahun hingga 39 tahun.

"Generasi ini merupakan mayoritas penduduk dunia, termasuk mayoritas di Indonesia dan negara-negara Arab," jelasnya.

Mengacu pada pengguna internet, lanjut Hidayat, bahasa Arab merupakan bahasa keempat terbesar di dunia yang digunakan kalangan milenial pengguna internet. Urutan pengguna bahasa terbesar di internet adalah bahasa Inggris, kemudian bahasa China, lalu bahasa Spanyol, dan keempat bahasa Arab. Bahasa Indonesia menduduki urutan keenam terbesar digunakan pengguna internet.

"Melalui jaringan internet banyak dibuka kajian-kajian bahasa Arab. Generasi milenial bisa meningkatkan potensi dan mengasah kemampuan bahasa Arab melalui internet atau media sosial. Atau menggunakan sarana yang disenangi kalangan milenial seperti facebook, whatsapp, twitter, dan lainnya," tutur Hidayat.

Selain itu, Hidayat menambahkan, penggunaan bahasa Arab juga sangat menguntungkan secara ekonomi. Pengguna bahasa Arab di dunia sekitar 2,5 miliar.

"Banyak sekali keuntungan secara ekonomi bisa berbahasa Arab. Secara ekonomi, Timur Tengah merupakan pasar yang besar. Mereka lebih suka dengan orang yang bisa berbahasa Arab," ujarnya.***


wwwwww