Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
14 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Badminton

MPR Dorong Generasi Milenial Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Arab

MPR Dorong Generasi Milenial Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Arab
Foto: MPR RI
Rabu, 04 Maret 2020 00:14 WIB
BANTEN - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) menyatakan pentingnya generasi milenial, khususnya mahasiswa Fakultas Agama Islam, untuk lebih memahami bahasa Arab. Hal ini disampaikan Hidayat saat mengisi kuliah umum yang diikuti ratusan mahasiswa Fakultas Agama Islam UMJ.

"Pemahaman agama Islam terkait dengan pemahaman al Qur’an yang komprehensif. Pemahaman al Qur’an yang komprehensif tergantung juga dengan pemahaman bahasa Arab yang komprehensif," kata Hidayat ketika menyampaikan Kuliah Umum dengan tema 'Urgensi Pengembangan Bahasa Arab terhadap Komprehensifitas Pemahaman Agama pada Generasi Milenial' di Aula Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (3/3/2020).

Hidayat memaparkan pemahaman agama sering dihubungkan dengan radikalisme, terorisme, liberalisme. "Karena itu generasi milenial perlu meningkatkan kualitas pemahaman bahasa Arab sehingga tidak terjebak pada pemahaman beragama yang tidak komprehensif," ujarnya.

"Radikalisme bisa terjadi ketika pemahaman bahasa Arab tidak membawa pada pemahaman yang utuh terhadap teks-teks agama. Jadi diambil sepotong-sepotong. Memahami agama dengan cara yang tidak komprehensif menghadirkan masalah-masalah," sambungnya.

Hidayat menjelaskan generasi milenial adalah generasi yang hadir di abad 21. Merujuk pada PBB dan UNESCO, generasi milenial adalah mereka yang lahir antara tahun 1981 sampai tahun 2000. Ada juga definisi lain, generasi milenial adalah mereka yang berusia antara 14 tahun hingga 39 tahun.

"Generasi ini merupakan mayoritas penduduk dunia, termasuk mayoritas di Indonesia dan negara-negara Arab," jelasnya.

Mengacu pada pengguna internet, lanjut Hidayat, bahasa Arab merupakan bahasa keempat terbesar di dunia yang digunakan kalangan milenial pengguna internet. Urutan pengguna bahasa terbesar di internet adalah bahasa Inggris, kemudian bahasa China, lalu bahasa Spanyol, dan keempat bahasa Arab. Bahasa Indonesia menduduki urutan keenam terbesar digunakan pengguna internet.

"Melalui jaringan internet banyak dibuka kajian-kajian bahasa Arab. Generasi milenial bisa meningkatkan potensi dan mengasah kemampuan bahasa Arab melalui internet atau media sosial. Atau menggunakan sarana yang disenangi kalangan milenial seperti facebook, whatsapp, twitter, dan lainnya," tutur Hidayat.

Selain itu, Hidayat menambahkan, penggunaan bahasa Arab juga sangat menguntungkan secara ekonomi. Pengguna bahasa Arab di dunia sekitar 2,5 miliar.

"Banyak sekali keuntungan secara ekonomi bisa berbahasa Arab. Secara ekonomi, Timur Tengah merupakan pasar yang besar. Mereka lebih suka dengan orang yang bisa berbahasa Arab," ujarnya.***

wwwwww