Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Tangani Gadis 15 Tahun yang Mengaku Membunuh Temannya

Polisi Tangani Gadis 15 Tahun yang Mengaku Membunuh Temannya
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dalam jumpa media di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). (Foto: CNN Indonesia)
Sabtu, 07 Maret 2020 17:26 WIB
JAKARTA - NF, gadis 15 tahun yang menyerahkan diri ke Polsek Metro Taman Sari, Jakarta Barat pada Jumat (6/3/2020) dan mengaku telah membunuh temannya sendiri, kini menjalani proses hukum. Pembunuhan terjadi saat korban main di rumah NF di kawasan Sawah Besar, Kamis (5/3/2020).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, dalam jumpa media di Mapolres Metro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020) menyatakan, polisi akan menerapkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (UU SPPA) pada NF atas dugaan pembunuhan itu.

"Saat ini masih pendalaman, karena anak di bawah umur perlakuannya beda dengan orang dewasa. Ada UU Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak," kata Yusri Yunus.

Yusri menjelaskan, sesuai dengan UU SPPA itu, ada empat asas yang harus diterapkan pada NF selalu terduga pembunuh. Empat asas itu yakni, asas praduga tak bersalah, asas anak sebagai korban, pendampingan orang tua atau pengacara, dan penanganan berbeda dengan orang dewasa.

Yusri mengungkapkan, NF sekarang masih dalam penanhanan. "Kalau berdasarkan ketentuan memang kami titipkan di LPKA di Cinere,".

Sebelumnya, NF menyerahkan diri ke Polsek Metro Taman Sari Jakarta Barat pada Jumat (6/3/2020) pagi. Ia menyerahkan diri saat hendak berangkat ke sekolah, di tengah perjalanan ia berganti pakaian kemudian mendatangi Polsek Taman Sari.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Beladiri, Olympic, Badminton
wwwwww