Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
13 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
15 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
11 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
8 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
8 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
7 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  Badminton
Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020

Transisi Masih Selimuti Barito Putera Kata Djanur

Transisi Masih Selimuti Barito Putera Kata Djanur
Sabtu, 07 Maret 2020 21:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution
MARTAPURA - Ambisi Barito Putera gagal meraih poin di kandang. Menjamu juara bertahan Bali United di pekan kedua  Kompetisi Sepakbola Liga 1 2020, Laskar Antasari menyerah dengan skor 1-2 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Jumat (6/3/2020) malam.

Bermain di hadapan suporter setianya, Barito Mania, Rizky Pora dan kolega justru kesulitan mengembangkan permainan. Koordinasi lini belakang yang tak terlalu menyakinkan dan buruknya lini tengah menyuplai bola menjadi kendala tim tuan rumah dalam laga ini.

Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman pun tak menampik jika anak asuhnya cukup lengah sehingga bisa kebobolan dua gol. Utamanya setelah gol pertama yang dicetak Fano Lilipaly.

"Setelah gol pertama para pemain mulai kehilangan fokus. Tapi kami juga tak ingin menyalahkan semua kepada pemain. Kita akan evaluasi lagi," ucap Djanur -sapaan Djadjang- usai laga.

Djanur juga mengutarakan bahwa transisi menjadi masalah serupa yang mereka hadapi seperti laga perdana. Pada laga kontra Madura United, transisi menyerang ke bertahan menjadi kendala. Uniknya, hal sebaliknya terjadi dalam laga ini.

"Harus diakui transisi belum maksimal, tapi kita akan manfaatkan waktu untuk memperbaiki itu," tuturnya. ***

wwwwww