Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
7 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
2
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
7 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
4 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
21 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
6
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
8 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pakai Pistol Wali Murid Aniaya Guru, PGRI Beri Pendampingan

Pakai Pistol Wali Murid Aniaya Guru, PGRI Beri Pendampingan
Ilustrasi: Ist.
Minggu, 08 Maret 2020 12:50 WIB
JAMBI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberi pendampingan hukum terhadap kepala sekolah yang menjadi korban penganiayaan wali murid. Di momen amukan wali murid itu, sempat terdengar letusan senjata api.

"Tadi sudah dilaporkan ke Disdik dan sudah dimusyawarahkan dengan PGRI dan pengawas. Dari kesepakatan tadi, akan melaporkan ke pihak yang berwajib," kata Plt Kadis Pendidikan Provinsi Jambi, Syahran dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/3/2020).

Sementara itu, Wakapolres Tanjung Jabung Barat Kompol Wirmanto saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan tersebut.

Polisi, sedang melakukan pendalaman penyelidikan terkait kasus kekerasan itu.

"Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan PGRI," katanya dalam lansiran itu.

Sebelumnya, Rabu (6/3/2020), saat ujian siswa tengah berlangsung di SMAN 10 di Tanjung Jabung Barat, Jambi, seorang siswa enggan menyerahkan telepon selulernya pada pihak sekolah. Padahal, berdasarkan aturan, semua telepon seluler siswa, harus dititpkan pada pihak sekolah selama ujian berlangsung.

Ketua PGRI Provinsi Jambi, Lukman menuturkan, siswa bersangkutan beralasan orangtuanya tidak mengizinkan HP tersebut dikumpulkan.

Sore harinya, Wali dari siswa tersebut datang mengamuk ke sekolah. Tiba-tiba terdengar suara letusan keras, sehingga warga sekolah yang saat itu masih berada di lokasi berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Wali murid tersebut juga berusaha memukul kepala sekolah di halaman sekolah, tapi Kepala Sekolah mencoba menghindar dengan menangkis pukulan tersebut.

"Karena merasa belum puas, yang bersangkutan langsung menyingkap sebagian bajunya dan terlihat jelas pistol terselip di pinggangnya," jelas Lukman.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pendidikan, DKI Jakarta, Jambi

wwwwww