Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
23 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
3
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
Peristiwa
24 jam yang lalu
Hasil Tes Swab BIN Diduga Tidak Akurat
4
Ada Potensi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
Politik
23 jam yang lalu
Ada Potensi Tsunami, Ketua MPR Minta Pemda di Selatan Jawa Giatkan Mitigasi
5
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
21 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
6
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Pakai Pistol Wali Murid Aniaya Guru, PGRI Beri Pendampingan

Pakai Pistol Wali Murid Aniaya Guru, PGRI Beri Pendampingan
Ilustrasi: Ist.
Minggu, 08 Maret 2020 12:50 WIB
JAMBI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberi pendampingan hukum terhadap kepala sekolah yang menjadi korban penganiayaan wali murid. Di momen amukan wali murid itu, sempat terdengar letusan senjata api.

"Tadi sudah dilaporkan ke Disdik dan sudah dimusyawarahkan dengan PGRI dan pengawas. Dari kesepakatan tadi, akan melaporkan ke pihak yang berwajib," kata Plt Kadis Pendidikan Provinsi Jambi, Syahran dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/3/2020).

Sementara itu, Wakapolres Tanjung Jabung Barat Kompol Wirmanto saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan tersebut.

Polisi, sedang melakukan pendalaman penyelidikan terkait kasus kekerasan itu.

"Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan PGRI," katanya dalam lansiran itu.

Sebelumnya, Rabu (6/3/2020), saat ujian siswa tengah berlangsung di SMAN 10 di Tanjung Jabung Barat, Jambi, seorang siswa enggan menyerahkan telepon selulernya pada pihak sekolah. Padahal, berdasarkan aturan, semua telepon seluler siswa, harus dititpkan pada pihak sekolah selama ujian berlangsung.

Ketua PGRI Provinsi Jambi, Lukman menuturkan, siswa bersangkutan beralasan orangtuanya tidak mengizinkan HP tersebut dikumpulkan.

Sore harinya, Wali dari siswa tersebut datang mengamuk ke sekolah. Tiba-tiba terdengar suara letusan keras, sehingga warga sekolah yang saat itu masih berada di lokasi berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Wali murid tersebut juga berusaha memukul kepala sekolah di halaman sekolah, tapi Kepala Sekolah mencoba menghindar dengan menangkis pukulan tersebut.

"Karena merasa belum puas, yang bersangkutan langsung menyingkap sebagian bajunya dan terlihat jelas pistol terselip di pinggangnya," jelas Lukman.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Hukum, Pendidikan, DKI Jakarta, Jambi

wwwwww