Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
19 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
2
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
19 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
3
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
20 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
4
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
Hukum
19 jam yang lalu
Senator Dailami: Polri Bersama Masyarakat Jangan Hanya Slogan
5
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
6
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Nasional
20 jam yang lalu
MA Batalkan Suket Gibran, Mulyanto Minta DPR Segera Bentuk Pansus
Home  /  Berita  /  Badminton

Pakai Pistol Wali Murid Aniaya Guru, PGRI Beri Pendampingan

Pakai Pistol Wali Murid Aniaya Guru, PGRI Beri Pendampingan
Ilustrasi: Ist.
Minggu, 08 Maret 2020 12:50 WIB
JAMBI - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) memberi pendampingan hukum terhadap kepala sekolah yang menjadi korban penganiayaan wali murid. Di momen amukan wali murid itu, sempat terdengar letusan senjata api.

"Tadi sudah dilaporkan ke Disdik dan sudah dimusyawarahkan dengan PGRI dan pengawas. Dari kesepakatan tadi, akan melaporkan ke pihak yang berwajib," kata Plt Kadis Pendidikan Provinsi Jambi, Syahran dikutip dari Kompas.com, Minggu (8/3/2020).

Sementara itu, Wakapolres Tanjung Jabung Barat Kompol Wirmanto saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan tersebut.

Polisi, sedang melakukan pendalaman penyelidikan terkait kasus kekerasan itu.

"Iya, sudah ada laporan, tadi kita juga sudah bertemu dengan PGRI," katanya dalam lansiran itu.

Sebelumnya, Rabu (6/3/2020), saat ujian siswa tengah berlangsung di SMAN 10 di Tanjung Jabung Barat, Jambi, seorang siswa enggan menyerahkan telepon selulernya pada pihak sekolah. Padahal, berdasarkan aturan, semua telepon seluler siswa, harus dititpkan pada pihak sekolah selama ujian berlangsung.

Ketua PGRI Provinsi Jambi, Lukman menuturkan, siswa bersangkutan beralasan orangtuanya tidak mengizinkan HP tersebut dikumpulkan.

Sore harinya, Wali dari siswa tersebut datang mengamuk ke sekolah. Tiba-tiba terdengar suara letusan keras, sehingga warga sekolah yang saat itu masih berada di lokasi berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

Wali murid tersebut juga berusaha memukul kepala sekolah di halaman sekolah, tapi Kepala Sekolah mencoba menghindar dengan menangkis pukulan tersebut.

"Karena merasa belum puas, yang bersangkutan langsung menyingkap sebagian bajunya dan terlihat jelas pistol terselip di pinggangnya," jelas Lukman.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, Umum, DKI Jakarta, Jambi
wwwwww