Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
19 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
13 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
13 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
13 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
14 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
19 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Saat Kaum Perempuan Bersuara: Aku Capek 'Diperkosa' Negara

Saat Kaum Perempuan Bersuara: Aku Capek Diperkosa Negara
Senin, 09 Maret 2020 11:04 WIB
JAKARTA - Peringatan Hari Perempuan Sedunia atau International Women’s Day (IWD) pada 8 Maret, Aliansi Perempuan Lampung Menggugat (APLM) mengadakan aksi dan long march.

Kegiatan yang dimulai dari Toko Buku Gramedia Tanjungkarang dan berakhir di Tugu Adipura pada Minggu (8/3) kemarin.

Aksi Mogok Perempuan: Melawan Penindasan Mewujudkan Kedaulatan ini diikuti puluhan aktivis dari berbagai latar belakang dengan membawa beragam jenis poster tuntutan.

Dilansir dari Kantor Berita RMOLLampung, tak sedikut tulisan dalam poster yang diungkapkan secara nyeleneh. Salah satunya, "Aku Lelah Diperkosa Negara".

Dalam tuntutan ini yang menjadi fokus PLM di antaranya adalah "Sahkan RUU P-KS", 'Tolak Omnibus Law', 'Hentikan Kekerasan dan Pelecehan Seksual", serta “Tolak UU Ketahanan Keluarga'.

"Berikan Cuti Haid Pada Pekerja Perempuan sesuai UU No.13 th 2003 pasal 81 (3) dan tolak Omnibus Law," ujar salah satu orator, Rifki Indrawan dari Konfederasi Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia.

Ketua Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Kristina Ayu dalam orasinya mengatakan, perempuan masih dihadapkan pada berbagai bentuk penindasan. Setelah banyak perjuangan, mogok adalah pilihan rasional.

"Aksi ini dilakukan karena pemerintah ingkar janji untuk memajukan kesetaraan, keadilan, pembangunan dan perdamaian untuk semua perempuan," katanya.

Ia mengajak semua pihak untuk terus bersuara mewujudkan demokrasi yang adil dan setara bagi semua warga negara Indonesia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww