Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
18 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
11 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
11 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
12 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
12 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
17 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Sentil Stafsus Presiden Jokowi, PDIP: Kalau Enggak Cuma Pajangan, Lakukan Sesuatu Dong!

Sentil Stafsus Presiden Jokowi, PDIP: Kalau Enggak Cuma Pajangan, Lakukan Sesuatu Dong!
Staf Khusus Presiden saat dikenalkan di Istana. (Istimewa)
Senin, 09 Maret 2020 11:08 WIB
JAKARTA - Politikus PDI Perjuangan Adian Napitupulu menyatakan, sampai saat ini masih menunggu sejauh mana gebrakan para staf khusus Presiden Joko Widodo, terutama tujuh orang yang berusia milenial.

Adian menyatakan pandangannya, karena sejak diperkenalkan Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (21/9) lalu, belum terlihat ada gebrakan yang luar biasa.

"Saya sedang menunggu apa yang sedang dikerjakan oleh stafsus milenial ini. Maksudnya, bidang mereka apa dan segala macam belum kelihatan," ujar Adian pada program 'Ngomongin Politi' (Ngompol).

Menurut anggota Komisi I DPR ini, para stafsus milenial harus menunjukkan kepada publik, mereka bukan pajangan semata. Caranya, bekerja lebih giat dibanding presiden.

"Kalau mereka tidak berbuat apa-apa, ya saya setuju. Makanya, supaya tidak dibilang pajangan mereka harus berbuat sesuatu. Saya kira ada banyak cara bos," ucapnya.

Pentolan aktivis`98 ini lebih lanjut mengatakan, para stafsus milenial mungkin lahir dan besar dalam iklim yang berbeda dengan yang dialaminya. Meski demikian, para stafsus milenial dinilai tetap harus memahami dengan baik persoalan yang dihadapi bangsa ini.

"Jadi, mereka harus bersentuhan langsung, tidak lagi dengan buku tetapi dengan realita kehidupan. Kalau misalnya diskusi, lu mau diskusi tentang persoalan tanah, ya panggil korban-korban konflik agraria, diskusikan, buat perbandingan, buat tabulasi," ucapnya.

Adian juga berharap para stafsus milenial turun langsung ke tengah-tengah masyarakat, seperti yang dilakukan Jokowi selama ini. Tujuannya, untuk menyerap langsung aspirasi masyarakat.

"Gue berharap begitu, kalau perlu mereka turun ke bawah, kerja. Mereka harus lebih banyak turun daripada Jokowi, namanya juga staf. Masa majikan harus kerja lebih giat dari pembantu," pungkas Adian.(rls)

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww