Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
10 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
9 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
6
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
8 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

ASN dan Pelajar Aktivitas di Rumah, Bamsoet: Pemerintah Wajib Berikan Kemudahan Akses Internet

ASN dan Pelajar Aktivitas di Rumah, Bamsoet: Pemerintah Wajib Berikan Kemudahan Akses Internet
Senin, 16 Maret 2020 17:40 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kebijakan pemerintah agar sebagian aparatur sipil negara (ASN), warga dan pelajar beraktivitas secara daring dari rumah, menyusul menyebarnya wabah Covid-19, sebagian masyarakat menuntut adanya kesetaraan akses internet.

Merespon permintaan masyrakat itu, Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo mengimbau pemerintah agar dapat memberikan kesetaraan akses internet, dengan mencakup kesetaraan dalam kecepatan dan harga, terutama di daerah yang saat ini diketahui telah terdampak Corona.

"Kami juga mengimbau pemerintah untuk mempertimbangkan pemberian fasilitas-fasilitas tertentu untuk memudahkan masyarakat, seperti penguatan bandwidth dan pemberian fasilitas wifi gratis maupun insentif guna mendukung dan memudahkan masyarakat yang membutuhkan layanan publik untuk beraktivitas dari rumah setiap harinya," ujarnya, Senin (16/3/2020).

Pemerintah kata Dia, juga harus segera melakukan pembicaraan antara penyedia layanan internet dan operator telekomunikasi untuk merumuskan skema biaya penggunaan internet guna memenuhi kepentingan masyarakat dalam menjalankan aktivitas kerja maupun belajar dari rumah.

Selain itu, Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengatakan, pemerintah perlu melakukan pemetaan yang akurat terhadap penyebaran virus corona, sehingga dapat dibuat kebijakan strategis yang cepat dan tepat untuk pencegahan serta penanganan mewabahnya virus corona di Indonesia.

"Pemetaan ini akan menghasilkan kebijakan strategis, agar virus tersebut tidak semakin menyebarluas, mengingat dampak yang ditimbulkan dapat berpengaruh kepada perekonomian, kesejahteraan, dan juga kesehatan rakyat," tegasnya.

Bamsoet juga berpendapat, agar Pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan, dapat menggratiskan pemeriksaan virus corona, mengingat pemeriksaan tersebut harus dilakukan secara massal, masif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Pemerintah juga harus tegas kepada masyarakat untuk tidak keluar rumah dan berada di kerumunan orang banyak untuk sementara waktu apabila aktifitas atau kegiatan yang dilakukan tidak terlalu mendesak. Kemudian masyarakat juga harus diimbau agar tidak perlu panik berlebihan namun lebih ke peningkatan waspada dan menjaga kesehatan masing-masing," tegasnya.

Hal tersebut diungkapkan Bamseot, guna merespon perlunya penguatan upaya terhadap pencegahan dan penanganan virus corona di Indonesia yang telah dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai pandemik global.***

wwwwww