Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
19 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
21 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
3
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
14 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
4
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
Peristiwa
22 jam yang lalu
Detik-detik Jenazah PDP Corona di Sumsel Jatuh Saat akan Dikuburkan
5
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
23 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
22 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

MPR: Butuh Disiplin dan Solidaritas Nasional Tangkal COVID-19

MPR: Butuh Disiplin dan Solidaritas Nasional Tangkal COVID-19
Selasa, 17 Maret 2020 17:49 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengimbau masyarakat untuk tidak panik dalam menghadapi virus corona atau COVID-19. Rerie, sapaan akrab Lestari, justeru mengajak seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama menghadapi situasi ini.

"Jadikan ini sebagai gerakan solidaritas nasional. Mari hadapi situasi ini bersama-sama, dimulai dari diri sendiri dan keluarga," UJAR  Rerie dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3/2020).

Dirinya meyakini, pemerintah saat ini tengah bekerja keras untuk dapat mengatasi virus tersebut. Tidak sebatas itu, pemerintah juga dipastikan telah mengupayakan langkah-langkah untuk memitigasi akibat dari virus tersebut.

"Adalah bijak, apabila kita memberikan waktu kepada pemerintah untuk bekerja. Mawas diri itu baik, tetapi tidak perlu panik," ungkapnya lagi.

Dia mengatakan itu menanggapi pemberitaan yang menyatakan terjadinya lonjakan harga kebutuhan pangan di pasar. Kenaikan harga terjadi pada komoditas gula pasir, telur, dan beberapa bumbu dapur seperti cabai dan bawang bombai.

'Pemerintah telah memastikan stok 11 jenis bahan kebutuhan pokok pangan dalam kondisi aman. Dengan begitu, kekhawatiran stok pangan menipis hingga harga naik tidak perlu terjadi," tegasnya.

Sebelas komoditas dimaksud adalah beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabai besar, cabai rawit, daging sapi/kerbau, daging ayam ras, telur ayam ras, gula pasir, dan minyak goreng.

"Jadi, saya mengajak saudara-saudara sebangsa dan setanah air untuk menghadapi ini bersama-sama. Mawas diri perlu, namun tetap rasional. Kita bantu pemerintah,jaga bangsa ini mulai dari diri kita sendiri dan keluarga," tukasnya.

Dia mengambil contoh permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat melakukan social distance guna mencegah penularan virus corona.

“"Kegiatan social distance atau social distancing dilakukan sebagai strategi guna mencegah atau memperlambat penyebaran virus. Bisa juga dimaknai sebagai upaya karantina diri, sementara waktu menjauhkan diri satu sama lain agar tidak tertular," ujar Rerie.

Untuk efektivitas, ungkap Rerie, butuh kerjasama dan kesadaran dari semua pihak agar disiplin dalam melaksanakannya. Di sisi lain, Pemerintah perlu membuat aturan turunan yang mendukung pelaksanaannya.

"Seperti ajakan saya sebelumnya (Senin, 16/3), agar dapat berjalan efektif butuh kerjasama dan kesadaran dari semua pihak agar disiplin dalam melaksanakannya. Karena itu, mari bersama, seoptimal mungkin kita terlibat dalam upaya pencegahan," katanya.

Dia menyambung, dirinya sebagai wakil rakyat sekaligus Wakil Ketua MPR, akan terus melihat kerja pemerintah. "Saya akan memberikan masukan, kritik apabila perlu, apabila pemerintah lalai akan tugasnya. Seperti pada awal virus ini menyebar di berbagai negara, saya terus menerus mengingatkan, memberi masukan kepada pemerintah untuk segera membuat langkah antisipasi."

Namun, saat ini, Rerie memandang perlu kerjasama dari semua pihak untuk menangkal virus yang telah menyebar ke 152 negara.

"Jadikan ini sebagai gerakan solidaritas nasional tangkal virus corona," ajaknya.***


wwwwww