Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
Nasional
21 jam yang lalu
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
2
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
Politik
10 jam yang lalu
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
3
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
Politik
13 jam yang lalu
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
4
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
DPR RI
16 jam yang lalu
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
5
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
Peristiwa
13 jam yang lalu
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
6
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA
Nasional
21 jam yang lalu
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA
Home  /  Berita  /  Lingkungan

Warga Serpong Demo, Jenazah Positif Corona dari Pamulang Dimakamkan di Serpong

Warga Serpong Demo, Jenazah Positif Corona dari Pamulang Dimakamkan di Serpong
Unjuk rasa warga Serpong, Tangerang Selatan, menolak jenazah positif Corona dari Pamulang dan daerah lain dimakamkan TPU di Serpong. (Foto: Zul/GoNews.co)
Senin, 23 Maret 2020 21:20 WIB
SERPONG - Warga sekitaran TPU Serpong malakukan aksi unjuk rasa di depan TPU pada Senin (23/3/2020) malam, menolak jenazah positif Corona dimakamkan di wilayah mereka.

Aksi masa, bermula dari beredarnya video CCTV rumah penduduk yang merekam kedatangan mobil ambulance ke pemakaman/TPU Serpong pada dini hari sebelumnya. Kabar kemudian beredar bahwa jenazah yang dimakamkan tersebut merupakan jenazah seorang Pilot, warga Pamulang yang positif Corona.

Kepala Seksi Koordinator TPU Tangerang Selatan, Edi Karjan membenarkan, hal tersebut. Edi yang juga merupakan warga asli Serpong menyatakan, dirinya akan memperjuangkan aspirasi warga, agar tak ada lagi jenazah positif Corona dari kecamatan lain yang dimakamkan di TPU Serpong.

Kepada GoNews.co, Edi menjelaskan, dipilihnya TPU Serpong sebagai lokasi pemakaman jenazah positif corona tersebut, merupakan keputusan rapat para elit terkait di Tangerang Selatan, dalam keadaan darurat.

"Karena emergency kan itu, tiba-tiba ada yang meninggal dan memang tidak boleh dimalamkan, malam pun harus cepet dikubur. Katanya pemakaman Babakan, Rawa Kalong yang ada untuk pemakaman Mr. X itu tertanya penuh," kata Edi.

"Gimana itu ada Kapolres, orang-orang level pimpinan semua. Kita sebagai pelaksana di bawah, ya harus siap lah. Nggak mungkin saya menolak atasan saya," kata Edi.

Untuk memperjuangkan aspirasi warga, kata Edi, "Kita sekarang lagi usahakan ke TPU di Sari Mulya. Itu kan 22 ha cadangan untuk Tangerang Selatan,".

Hanapi, salah satu warga Serpong yang dikenal sebagai orang yang aktif di Masjid dan politik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Tangsel, turut serta bersama warga dalam aksi unjuk rasa itu. Setelah penjelasan panjang lebar dan imbauan dari personel TNI yang hadir di lokasi agar warga membubarkan diri, Hanapi pun mendorong warga untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

"Sambil tetap pantau juga," imbau Hanapi kepada warga.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Lingkungan, Peristiwa, Umum, GoNews Group
wwwwww