Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
9 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
10 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
18 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
4
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
12 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
5
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
14 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
10 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  Badminton

Fraksi PKS Sudah Potong Gaji buat Bantu Medis Atasi Corona, Fraksi Lain Kapan?

Fraksi PKS Sudah Potong Gaji buat Bantu Medis Atasi Corona, Fraksi Lain Kapan?
Selasa, 24 Maret 2020 21:39 WIB
JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya telah memotong gaji anggota DPR yang bernaung di partai yang dipimpinnya. Ia menyebut keputusan itu diambil demi membantu kepentingan kesehatan tim medis yang bekerja menaggulangi Covid-19.

Mardani juga mengklaim, hingga saat ini hanya fraksi dari partainya saja yang telah memberlakukan hal tersebut. Maka dari itu, ia berharap semua partai bisa mengikuti langkah yang ditempuhnya.

"Per hari ini ditambah arahan gaji Maret 2020 dipotong untuk sumbangan APD ke RS yang kekurangan (APD). PKS sementara ini. Semoga bisa seluruh DPR," kata Mardani, dikutip dari Tagar, Selasa (24/3/2020).

Terlepas dari hal itu, ia mendesak rapid test Covid-19 yang dikhusukan untuk anggota DPR beserta keluarganya agar dibatalkan. Sebab, lanjut dia, pemeriksaan corona seharusnya difokuskan kepada masyarakat yang diduga telah terinfeksi virus tersebut.

Menurutnya, sosok yang seharusnya menjadi prioritas untuk pengecekan Covid-19 adalah tim medis dan masyarakat.

"Pandangan saya, prioritaskan mereka yang perlu. Mereka yang di hot zone prioritas duluan," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah RI untuk penanganan Corona (Covid-19) Achmad Yurianto telah menyebutkan ada dua sosok yang menjadi prioritas untuk mengikuti tes cepat (rapid test) Covid-19 yaitu orang yang kontak dekat kasus positif yang sudah terkonfirmasi atau sudah dirawat di rumah sakit, atau yang diisolasi di rumah dan semua tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan terhadap pasien Covid-19.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tagar.id
Kategori:Badminton, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww