Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di 'Kota Hujan'
MPR RI
8 jam yang lalu
New Normal, MPR Kembali Gelar Pentas Seni Budaya Sunda dan Kuliner Lokal di Kota Hujan
2
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
Kesehatan
7 jam yang lalu
Soal Kalung Corona Kementan, Ahli Epidemologi: Kecap dan Cuka juga Bisa Bunuh Virus, Tapi Jangan Sembarang Klaim
3
Implementasi 'New Normal' Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
MPR RI
5 jam yang lalu
Implementasi New Normal Butuh Serapan Anggaran, Bamsoet Ingatkan Subsidi Kuota Pelajar dan Biaya PCR
4
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
Ekonomi
8 jam yang lalu
Tak Setuju Dibubarkan, Wakil Ketua MPR RI: OJK Perlu Direformasi
5
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
Pemerintahan
21 jam yang lalu
KUR UMKM Penyelamatan Ekonomi Nasional Berperan Penting Saat Pandemi Covid-19
6
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Politik
8 jam yang lalu
Sore Ini, Gus Jazil Jemput PMI Bebas dari Hukuman Mati di Bandara Soetta
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Fraksi PKS Sudah Potong Gaji buat Bantu Medis Atasi Corona, Fraksi Lain Kapan?

Fraksi PKS Sudah Potong Gaji buat Bantu Medis Atasi Corona, Fraksi Lain Kapan?
Selasa, 24 Maret 2020 21:39 WIB
JAKARTA - Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan pihaknya telah memotong gaji anggota DPR yang bernaung di partai yang dipimpinnya. Ia menyebut keputusan itu diambil demi membantu kepentingan kesehatan tim medis yang bekerja menaggulangi Covid-19.

Mardani juga mengklaim, hingga saat ini hanya fraksi dari partainya saja yang telah memberlakukan hal tersebut. Maka dari itu, ia berharap semua partai bisa mengikuti langkah yang ditempuhnya.

"Per hari ini ditambah arahan gaji Maret 2020 dipotong untuk sumbangan APD ke RS yang kekurangan (APD). PKS sementara ini. Semoga bisa seluruh DPR," kata Mardani, dikutip dari Tagar, Selasa (24/3/2020).

Terlepas dari hal itu, ia mendesak rapid test Covid-19 yang dikhusukan untuk anggota DPR beserta keluarganya agar dibatalkan. Sebab, lanjut dia, pemeriksaan corona seharusnya difokuskan kepada masyarakat yang diduga telah terinfeksi virus tersebut.

Menurutnya, sosok yang seharusnya menjadi prioritas untuk pengecekan Covid-19 adalah tim medis dan masyarakat.

"Pandangan saya, prioritaskan mereka yang perlu. Mereka yang di hot zone prioritas duluan," ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pemerintah RI untuk penanganan Corona (Covid-19) Achmad Yurianto telah menyebutkan ada dua sosok yang menjadi prioritas untuk mengikuti tes cepat (rapid test) Covid-19 yaitu orang yang kontak dekat kasus positif yang sudah terkonfirmasi atau sudah dirawat di rumah sakit, atau yang diisolasi di rumah dan semua tenaga kesehatan yang terkait dengan layanan terhadap pasien Covid-19.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tagar.id
Kategori:GoNews Group, Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww