Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
6 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
3
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
8 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
4
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎Pulogebang Terima Apresiasi Rp100 Juta dari PAM JAYA Berkat Perluasan Layanan Air
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
9 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Hukum
11 jam yang lalu
KPK Geledah PT Djarum Kudus, Dugaan Manipulasi Cukai Belasan Tahun Rugikan Negara Triliunan
Home  /  Berita  /  Badminton

Politisi PKB Jateng M Toha, Persilakan Rumah Aspirasinya dijadikan RS Darurat

Politisi PKB Jateng M Toha, Persilakan Rumah Aspirasinya dijadikan RS Darurat
Anggota DPR RI dari Fraksi PKB, Mohammad Toha. (GoNews.co)
Rabu, 25 Maret 2020 13:01 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Anggota DPR RI Fraksi PKB Mohamad Toha mempersilakan rumah aspirasinya untuk dijadikan rumah sakit darurat bagi pasien Corona Covid-19 di wilayah Sukoharjo, Surakarta, Boyolali, dan Klaten, Jawa Tengah.

"Bila RS di wilayah Solo Raya, yakni Surakarta, Klaten, Boyolali, dan Sukoharjo sudah tidak muat menampung pasien Corona, maka rumah aspirasi saya bisa dipakai menjadi semacam RS darurat. Silakan BPBD, dan pemerintah daerah setempat menggunakannnya," ujar Toha, dalam keterangan persnya, Jakarta, Rabu (25/3/2020).

Toha menyampaikan, Dinas Kesehatan Kota (DKK) pada Selasa, 24 Maret 2020, kemarin, mengungkapkan jumlah kasus positif Covid-19 di Surakarta adalah 3 orang (satu orang meninggal). Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjumlah 4 orang, dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) Covid-19 mencapai 75 orang.

Jumlah ODP tersebut, ucap Toha, bisa saja bertambah mengingat banyak masyarakat yang belum sepenuhnya patuh terhadap imbauan Pemerintah untuk tetap di rumah dan menghindari kerumunan massal.

"Tentunya hati kita semua tergerak demi rasa kemanusiaan, saya mempersilakan Rumah Aspirasi DPR saya dijadikan RS Darurat apabila rumah sakit rujukan Covid-19 di Solo dan sekitarnya sudah tidak mampu menampung karena adanya lonjakan jumlah pasien," papar Toha.

Menurut Toha, rumah aspirasinya yang berada di Jalan Diponegoro Nomor 2, Kertonatan, Kartasura, Sukoharjo, atau tepatnya 200 meter setelah pintu tol Kartasura, dapat menampung sekitar 40 pasien.

"Rumah aspirasi ini bisa dijadikan tempat isolasi dan penyembuhan darurat bagi pasien Corona," kata Toha, wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Tengah V ini.

Anggota Komisi VI DPR ini pun mengimbau koleganya di DPR untuk juga menjadikan rumah aspirasi mereka sebagai RS darurat di masing-masing Dapilnya.

"Tunda dulu rapid test gratis bagi anggota DPR dan keluarganya. Lebih berguna bila semua rumah aspirasi anggota DPR menjadi RS darurat. Kita wajib memenangkan perang terhadap pandemi Corona ini," ucap Toha.

Mantan Wakil Bupati Sukoharjo inipun mengapresiasi kinerja Pemerintah Kota Surakarta dan pemda lainnya di Solo Raya yang sigap sesaat adanya pasien korban meninggal dunia Corona Covid-19 di RS Dr. Moewardi Surakarta.

"Apresiasi saya juga saya sampaikan terhadap petugas kesehatan yang selama ini menjadi pejuang terdepan demi sembuhnya pasien yang terjangkit virus Corona," pungkas Toha.***

wwwwww