Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
Nasional
12 jam yang lalu
Ingin Bayar Listrik dengan Mobile Banking, ID Pelanggan Justru Diblokir PLN
2
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
Kesehatan
20 jam yang lalu
Pasien Positif Covid-19 ke-118 di Riau Ternyata Warga Kepri, Saat Ini Dirawat di RSUD Arifin Achmad
3
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
Umum
19 jam yang lalu
Ki Gendeng Pamungkas Meninggal Dunia Akibat Komplikasi Diabetes dan Jantung
4
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Andrianus Garu Minta Jokowi Tunda Pilkada dan Evaluasi Kabinet Jilid 2
5
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Perombakan Direksi PT Hutama Karya, Lukman Edy Tetap Jabat Wakil Komisaris
6
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Peristiwa
18 jam yang lalu
Pastikan Pasokan Makanan, Sufmi Dasco Kunjungi Posko Masak Covid-19
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Bamsoet Tegur Kemenkes dan BNPB Soal Data Corona Sering Tak Sesuai Realita

Bamsoet Tegur Kemenkes dan BNPB Soal Data Corona Sering Tak Sesuai Realita
Senin, 06 April 2020 20:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk melakukan cross check terhadap informasi yang diterima sebelum disampaikan ke masyarakat.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan bersifat komprehensif. Baik itu jumlah yang terpapar, sembuh, maupun yang meninggal dunia akibat dari Covid-19.

"Mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk dapat menginformasikan data jumlah positif Covid-19 yang lengkap, terbuka, dan sesuai dengan kenyataan di lapangan, sehingga masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepercayaan terhadap pemerintah," kata Bamsoet, Senin (6/4).

Hal itu diungkap Bamsoet menanggapi adanya ketidaksesuaian data pemerintah dengan realita saat ini mengenai kasus positif Covid-19, sebagaimana yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo.

Bamsoet mendorong seluruh stakeholders baik pusat dan daerah untuk dapat memiliki data yang sinkron dan valid terhadap perkembang kasus Covid-19 di daerah masing-masing. "Sehingga menghasilkan satu data yang terintegrasi secara akurat sesuai dengan realita," katanya.

Lebih lanjut Bamsoet mengapresiasi kinerja BNPB yang saat ini tengah membangun aplikasi Lawan Covid-19 yang nantinya akan menjadi aplikasi terintegrasi resmi yang menampung data terkait kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak lengah, dan hanya percaya pada data atau instruksi resmi pemerintah serta tetap melakukan upaya-upaya pencegahan meluasnya wabah corona.***


wwwwww