Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
7 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
13 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
6 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
10 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
6 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
6 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Home  /  Berita  /  Badminton

Bamsoet Tegur Kemenkes dan BNPB Soal Data Corona Sering Tak Sesuai Realita

Bamsoet Tegur Kemenkes dan BNPB Soal Data Corona Sering Tak Sesuai Realita
Senin, 06 April 2020 20:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk melakukan cross check terhadap informasi yang diterima sebelum disampaikan ke masyarakat.

Dengan demikian, informasi yang disampaikan bersifat komprehensif. Baik itu jumlah yang terpapar, sembuh, maupun yang meninggal dunia akibat dari Covid-19.

"Mendorong pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan BNPB untuk dapat menginformasikan data jumlah positif Covid-19 yang lengkap, terbuka, dan sesuai dengan kenyataan di lapangan, sehingga masyarakat dapat lebih meningkatkan kewaspadaan dan kepercayaan terhadap pemerintah," kata Bamsoet, Senin (6/4).

Hal itu diungkap Bamsoet menanggapi adanya ketidaksesuaian data pemerintah dengan realita saat ini mengenai kasus positif Covid-19, sebagaimana yang disampaikan Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo.

Bamsoet mendorong seluruh stakeholders baik pusat dan daerah untuk dapat memiliki data yang sinkron dan valid terhadap perkembang kasus Covid-19 di daerah masing-masing. "Sehingga menghasilkan satu data yang terintegrasi secara akurat sesuai dengan realita," katanya.

Lebih lanjut Bamsoet mengapresiasi kinerja BNPB yang saat ini tengah membangun aplikasi Lawan Covid-19 yang nantinya akan menjadi aplikasi terintegrasi resmi yang menampung data terkait kasus positif Covid-19 di Indonesia.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak lengah, dan hanya percaya pada data atau instruksi resmi pemerintah serta tetap melakukan upaya-upaya pencegahan meluasnya wabah corona.***

wwwwww