Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
12 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
23 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
3
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
4
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
5
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
6
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
9 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta
Pertanyakan Kesanggupan Pemerintah

Komisi XI DPR: Sampai Berapa Lama Lagi? Tiap Hari Korban Corona Kian Bertambah

Komisi XI DPR: Sampai Berapa Lama Lagi? Tiap Hari Korban Corona Kian Bertambah
Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir. (Istimewa)
Selasa, 07 April 2020 16:29 WIB
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR RI Achmad Hafisz Tohir mempertanyakan, sampai berapa lama Pemerintah Indonesia bisa mengatasi wabah Corona (Covid-19) di negeri ini. Setiap hari korban selalu bertambah, tidak berkurang.

Wabah ini telah menggoyahkan sendi-sendi perekonomian nasional dan kesehatan masyarakat. Bila tak kunjung teratasi, kualitas hidup manusia Indonesia akan merosot tajam.

"Jika wabah Corona tidak teratasi, kualitas kehidupan akan terus menurun dan merosot. Para tukang, pegawai salon, ojol (ojek online), taksi, juru parkir, dan seterusnya mulai kelimpungan. Selanjutnya, hal ini bisa saja menjadi sumber kriminalitas," ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini melalui pesan Whatsapp, Selasa (7/4/2020).

Adalah keniscayaan bahwa wabah Covid-19 harus ditanggulangi bersama. Sesuai UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 bahwa keselamatan nyawa warga negara merupakan hukum tertinggi. Diperlukan perlindungan yang terintegrasi dari semua sektor. Bantuan langsung tunai (BLT) dan bantuan sosial (Bansos), kata Wakil Ketua BKSAP DPR RI itu, jadi suatu keharusan terhadap jutaan rakyat miskin.

"Jika kita anggap ada 100 juta keluarga miskin yang harus diberi BLT Rp 1 juta/bulan, maka nilainya tetap akan lebih kecil dibanding dengan risiko runtuhnya ekonomi negara. Untuk itu, negara harus hadir dengan segala keterbatasannya," papar Hafisz.
Selama wabah Corona menyerang, jumlah yang disasar Program Keluarga Harapan (PKH) juga bertambah. Banyak yang semula sejahtera, kini jadi pra sejahtera, bahkan terpaksa miskin.

Hafisz lalu mengutip statemen John F Kennedy, "Ketika negara tidak bisa membantu si mayoritas yang miskin, maka negara juga tidak akan mampu menyelamatkan minoritas yang kaya".

Artinya, lanjut legislator dapil Sumsel I itu, kalau yang miskin tidak dibantu, maka akan menganggu eksistensi kelompok si kaya. Untuk itu, ia menyerukan Pemerintah agar menunda beberapa mega proyek, seperti perpindahan ibu kota dan infrastruktur.

Semua anggarannya bisa dialihkan untuk menangani Covid-19 ini. "Tidak apa-apa untuk sementara tidak punya jembatan yang baru, tidak punya gedung baru, jalan tol baru, dan segala macam yang baru, termasuk ibu kota baru. Toh, dengan negara memberi BLT kepada rakyat, maka larinya ke ekonomi juga, sehingga daya beli rakyat hidup kembali dan uang tersabut kembali ke negara dalam bentuk pajak dan PNBP,".

Menurut Hafisz, dengan memberikan BLT, diharapkan kehidupan ekonomi berjalan dan terjaga, politik stabil, hukum terjaga, pemilik modal merasa aman, kriminalitas turun, dan meminimalisir kerusuhan seperti di India.

"Singkatnya, jangan sampai lolos dari virus maut, tetapi mati di tangan perusuh. Untuk ini, BPS harus punya database penduduk miskin dan pra sejahtera yang terperinci by name dan by address," tpungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Metropolitan, Voli, Olympic
wwwwww