Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
8 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
7 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
2 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
2 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
2 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
6
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
1 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
Home  /  Berita  /  SEA Games

Lestari Moerdijat Ingatkan Pemerintah Waspadai DBD di Tengah Pandemi Covid-19

Lestari Moerdijat Ingatkan Pemerintah Waspadai DBD di Tengah Pandemi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Foto: Ist./MPR RI)
Jum'at, 17 April 2020 00:21 WIB
JAKARTA - Pandemi Corona/Covid-19 diharap tak membuat pemerintah luput mewaspadai lonjakan kasus Demam Berdarah. Hal ini ditegaskan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, menyusul peningkatan jumlah kasus Demam Berdarah di Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, kata Lestari, jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sampai Selasa, 14 April 2020, mencapai 41.883 kasus. Angka ini lebih tinggi ketimbang total kasus tahun lalu yang sebanyak 40.425 orang.

"Saya memahami, pemerintah saat ini memang dihadapkan pada persoalan kesehatan yang rumit dan berat terkait dengan wabah Covid-19, namun tren naiknya jumlah kasus DBD juga jangan diabaikan," kata Lestari di Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Apalagi melihat jumlah orang meninggal akibat DBD yang juga meningkat jika dibandingkan dengan 2019. Berdasarkan data di Kemenkes, jumlah korban meninggal hingga 14 April 2020 mencapai 266 orang atau hampir mendekati jumlah korban meninggal sepanjang 2019 yang sebanyak 354 orang.

"Ini perlu menjadi perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah perlu kembali mengingatkan masyarakat dan aparat kesehatan di daerah untuk mencegah, mewaspadai, dan menanggulangi DBD ini. Kita tidak ingin rakyat menjadi korban," tukasnya.

Lestarie juga mengingatkan soal keterbatasan daya tampung rumah sakit. Di masa pergantian musim ini, ujarnya, selain wabah Covid-19, potensi peningkatan penyakit lainnya seperti DBD, juga tinggi. Sehingga kondisi rumah sakit saat ini penuh sesak dengan pasien.

Akibatnya bila kondisi pasien dinilai tidak parah sekali, tambah Rerie, dokter enggan merawat inap pasien non-korona di rumah sakit karena khawatir terpapar Covid-19.

"Dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19 tetap perlu memperhatikan aspek perlindungan bagi pasien yang bukan terpapar Covid-19. Perlu betul-betul dipikirkan jangan sampai rumah sakit, baik yang rujukan ataupun non-rujukan, memiliki peran ganda yang membuat masyarakat enggan berobat," ujarnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Nasional, Metropolitan
wwwwww