Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
14 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
14 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
14 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
14 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
15 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
24 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Nusantara

Perkuat Ekonomi Desa, DPD Dukung Penerapan Investasi Model Kemitraan dengan Petani

Perkuat Ekonomi Desa, DPD Dukung Penerapan Investasi Model Kemitraan dengan Petani
Foto: Ist./DPD RI
Selasa, 21 April 2020 19:17 WIB
CIANJUR - Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengajak para pengusaha di sektor pertanian dan budidaya holtikultura untuk betinvestasi. Pola kemitraan dengan petani di desa, menjadi pola yang direkomendasikan.

Menurut LaNyalla, investasi berpola kemitraan dengan petani desa itu, selain penting untuk menjaga ketahanan pangan, juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di desa.

"Langkah ini harus ditempuh sebagai bagian dari penanggulangan pandemi Covid-19," kata LaNyalla kepada wartawan, Selasa (21/4/2020).

Dalam kunjungan kerjanya bersama Senator asal Jawa Barat, Oni Suwarman dan Eni Sumarni ke sentra bawang putih di Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat, Senin (20/4/2020) siang, LaNyalla menyamlaikan langsung pentingnya pola tersebut kepada puluhan petani bawang putih di lokasi yang bermitra dengan PT Kelola Mina Bumi.

Dikatakan LaNyalla, sudah saatnya semua pengusaha di sektor pertanian menerapkan pola kemitraan dengan petani. Bukan lahannya di sewa atau dibeli, lalu petani hanya jadi buruh kerja lepas.

"Atau yang lebih parah, lahan yang sudah dikuasai pengusaha, dibiarkan menjadi lahan tidur," paparnya.

Di tempat yang sama, Senator asal Jabar Oni Suwarman memberi apresiasi kepada manajemen Kelola Mina Bumi yang selain menerapkan pola kemitraan, juga menyerap hasil panen para petani tersebut dengan harga sesuai yang ditetapkan pemerintah.

"Ini tentu sangat bagus. Karena yang sering saya dengar keluhan di desa itu, saat panen harga jatuh karena tidak ada serapan. Sampai ada tomat yang dilemparkan ke jalanan kan," tandasnya.

Senada dengan Oni, Senator Eni Sumarni berharap pemerintah di daerah membantu dan memberi kemudahan kepada para pengusaha yang menerapkan pola kemitraan dengan petani.

"Bantu dan beri akses melalui dinas pertanian setempat. Kepala Desa juga bantu. Karena manfaatnya dirasakan warga di desa itu sendiri. Apalagi saat ini, kondisi ekonomi kita terdampak pandemi Covid-19," urainya.

Manajemen Kelola Mina Bumi, melalui Direktur Operasionalnya, Agung Jaka Raharja mengungkapkan, dalam tahap awal ini, pihaknya akan menanam bawang putih seluas 500 hektar. Dengan pola mitra dengan petani pemilik lahan. Pihaknya juga membiayai semua item, mulai dari penyiapan lahan sampai panen. Termasuk upah tenaga kerja. Selain itu, pihaknya juga membeli hasil panen sesuai dengan harga yang ditentukan pemerintah.

"Itupun kami membagi keuntungan dengan format, 60 persen untuk petani pemilik lahan, 30 persen untuk perusahaan, dan 10 persen untuk kepentingan fasilitas umum di desa. Itu sudah komitmen yang ditetapkan pemilik perusahaan ini. Karena prinsip kami, kalau semua bahagia dan mendapat manfaat, insya Allah akan berkah," tukas Agung.

Sementara itu owner Kelola Mina Bumi, Alan Sinarwan menyatakan dari 500 hektar lahan itu, jumlah petani yang menjadi mitra sekitar 4.000 petani. Sedangkan tenaga kerja harian atau borongan yang terlibat mulai dari awal hingga panen sekitar 100 ribu.

"Karena dari 500 hektar lahan kerjasama kami ini, tersebar di 9 kecamatan di Cianjur," ungkapnya.

Kepada Ketua dan Senator DPD RI, Alan meyakini dengan pola yang Ia kembangkan, desa akan menjadi kekuatan ekonomi di tengah krisis akibat Covid-19. Sehingga, selain memberi konstribusi ketahanan pangan, juga mencegah penduduk desa hijrah ke kota besar. Pihaknya juga berharap pemerintah memberi insentif kepada pengusaha yang menerapkan pola kemitraan dengan para petani.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nusantara, Badminton, DKI Jakarta, Jawa Barat
wwwwww