Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Olympic

Sempat Nahan Lapar dengan Minum Air Galon, Yuli Ibu 4 Anak di Tangerang Ini Meninggal Dunia

Sempat Nahan Lapar dengan Minum Air Galon, Yuli Ibu 4 Anak di Tangerang Ini Meninggal Dunia
Selasa, 21 April 2020 06:23 WIB
TANGERANG - Warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Banten, Yuli yang sempat viral tidak makan selama dua hari dan hanya meminum air galon isi ulang untuk menahan lapar, meninggal dunia, Senin 20 April 2020 pukul 15.00.

Belum diketahui pasti apa penyebab meninggalnya ibu 4 orang anak ini, namun dugaan sementara akibat jantung.

Berdasarkan pantaun di lapangan, ketika Jenazah Yuli dimasukkan ke dalam mobil, keluarganya menolak untuk dimintai keterangan.

Bahkan meminta wartawan untuk menghapus semua pemberitaan sebelumnya.

"Jangan memberitakan yang tidak benar, kami malu," ujar seorang keluarga korban, Senin20 April 2020.

Camat Serang Tb Yassin mengatakan, ia mendapat laporan dari Lurah Lontar Baru bila warga yang baru mendapat bantuan, Yuli dinyatakan meninggal pada pukul 15.00.

"Itu beritanya memang benar. Saya sekitar 16.30 datang takziyah ke rumah almarhumah (Yuli),” katanya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Pikiran Rakyat dan TangerangOnline
Kategori:PON, Olympic, Jawa Barat
wwwwww