Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
18 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
7 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
7 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
7 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
7 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Basket

Hebatnya Vietnam, Laos dan Kamboja Tangani Corona hingga Nol Kematian, Ternyata Ini Rahasianya

Hebatnya Vietnam, Laos dan Kamboja Tangani Corona hingga Nol Kematian, Ternyata Ini Rahasianya
Salahsatu sudut Kota Hanoi Vietnam. (Istimewa)
Rabu, 22 April 2020 07:33 WIB
HANOI - Sekitar 200 lebih negara di dunia saat ini sedang bergelut melawan wabah virus corona (COVID-19) yang sudah menyerang sejak muncul di Wuhan, China pada Desember lalu.

Banyak negara terus melaporkan peningkatan jumlah kasus dan kematian. Namun demikian, beberapa negara ternyata mampu menekan angka kasus dan bahkan tidak melaporkan kematian sama sekali. Beberapa negara yang melaporkan nol kematian akibat COVID-19 di antaranya yaitu Vietnam, Laos dan Kamboja.

Sebagaimana dilaporkan Worldometers, Vietnam memiliki 262 kasus corona per Senin (13/4/2020) pukul 09:45 WIB. Dari total itu, 144 orang sembuh dan tidak ada korban jiwa. Sementara di Laos hanya ada 19 kasus dan tanpa kematian, meski belum ada yang sembuh. Sedangkan di Kamboja ada 122 kasus dan 77 di antaranya sembuh.

Berikut cara lain yang dilakukan negara itu untuk menekan angka kasus dan kematian:

Tindakan cepat Vietnam

Pada 1 Februari, Vietnam memulai serangkaian inisiatif untuk mengatasi penyebaran virus COVID-19, yaitu dengan menangguhkan semua penerbangan ke dan dari China. Mereka juga memutuskan untuk menutup sekolah-sekolah setelah liburan tahun baru Imlek. Selanjutnya, semua kendaraan darat seperti bus, mobil sewaan, taksi akan ditangguhkan, kecuali kendaraan layanan pengiriman makanan.

Karantina 21 hari

Dua minggu setelah ditetapkannya pemberhentian penerbangan dari dan ke China, karantina 21 hari diberlakukan di provinsi Vinh Phuc, utara Hanoi. Keputusan itu dipicu kekhawatiran terhadap status kesehatan pekerja migran yang kembali dari Wuhan, China, tempat virus corona pertama kali mewabah.

Physical Distancing

Penerapan kebijakan itu pun diberlakukan hingga akhir April. Jarak fisik yang mereka lakukan bukan dengan memberhentikan aktivitas perdagangan atau layanan penting, melainkan membatasi masyarakat untuk tidak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak.

Pemerintah di Vietnam juga memberikan ultimatum agar semua masyarakat menggunakan masker di tempat umum seperti supermarket, stasiun, bandara dan semua alat transportasi umum.

Protokol kesehatan

Perwakilan WHO di Vietnam Dr Kidong Park menghubungkan keberhasilan Vietnam mencegah penyebaran virus corona dengan langkah proaktif dan konsistensi pemerintah. Petugas kesehatan Vietnam membuat protokol untuk menilai infeksi dan tingkat keparahan:

Vietnam juga telah menunjuk 30 pusat screening nasional untuk pengujian diagnosa COVID-19, serta ada 45 tim yang akan merespon dengan cepat untuk membantu fasilitas kesehatan dalam menangani sejumlah pasien.

Laos dan Kamboja

Sementara itu, Laos sudah melakukan penguncian pada perbatasan wilayah sejak kasus corona booming di China. Negara itu juga menutup sekolah dan meminta rumah sakit untuk siaga penuh.

Dikutip dari The Strait Times, dengan bantuan WHO dan mitra, kementerian kesehatan Laos mengembangkan sistem pendeteksi yang kuat guna menanggapi ancaman kesehatan. "Ini (termasuk) memiliki laboratorium yang baik dan jaringan epidemiologis wabah terlatih yang tersebar di seluruh negeri," kata Dr Reiko Tsuyuoka, pejabat WHO untuk kasus darurat.

Kamboja sendiri memerintahkan penutupan semua perbatasan dan provinsi. Bahkan lockdown secara nasional sudah dilakukan 16 April lalu.

Mengutip The Nation Thailand, institu dalam negeri juga telah diterjunkan untuk mendiagnosa dan mengidentifikasi kasus corona di seluruh negeri. Alhasil 57,63% kasus dinyatakan sembuh.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Basket, Olympic
wwwwww