Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
19 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
17 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
8 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
8 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
8 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
8 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Walikota Serang Sebut Ibu Yuli Meninggal Bukan Karena Lapar, Tapi Sudah Takdir

Walikota Serang Sebut Ibu Yuli Meninggal Bukan Karena Lapar, Tapi Sudah Takdir
Ilustrasi GoNews.co
Rabu, 22 April 2020 00:52 WIB
SERANG - Yuli Nurmelia (43) Warga Kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang yang diduga meninggal karena kelaparan dan hanya minum air isi ulang galon selama 2 hari, dibantah Walikota Syafrudin Ia Menyebut Ibu yuli meninggal karena Takdir.

“Meninggalnya ibu Yulie bukan karena kelaparan, pertama karena takdir,” Ujar Syafrudin kepada wartawan di Serang, Selasa (21/4/2020).

Syafrudin Mengatakan kondisi Yulie kurang tepat dikatakan kelaparan, karena saat Dinsos datang Minggu (19/4/2020), di rumah Yulie terlihat pisang goreng dan singkong.

“Saya mendapat kabar berita dari medsos bahwa ada warga Kota Serang yang di Kaloran itu 2 hari makan air, tidak makan nasi kemudian kelaparan, terus saya mengutus camat kecamatan Serang,” Terang Syafrudin.

Selain camat, ada juga utusan dari Dinsos yang dapat pada hari Minggu memberikan bantuan. Menurut Syahfudin dari laporan yang ia dapat dari Dinsos, saat didatangi Minggu ada cemilan singkong dan pisang goreng.

“Kayaknya itu kurang pas, sebab di situ di ruangan itu ada pisang goreng kemudian ada singkong,” katanya menirukan laporan dari utusannya.

Keluarga tersebut menurutnya kemudian diberikan bantuan berupa beras. Bukan hanya dari pemkot tapi juga ada bantuan dari berbagai pihak mulai dari kecamatan sampai ormas. Bahkan Senin siang (20/4/2020), utusan dari Pemprov Banten juga datang, namun sayang sorenya Yulie meninggal.

Menurut Syafrudin berdasarkan informasi Dari Suami yuli Almarumah Sering Sakit kepala

“Kedua, menurut informasi suaminya, melalui ketua HIPI semalam ta'ziyah, istrinya sering sakit kepala,” Lanjutnya.

Sebelum meninggal, ibu tersebut juga sempat mengalami pingsan. Syafrudin mengaku langsung menelepon kepala dinas agar dibawa ke puskesmas terdekat. Namun warga itu meninggal di perjalanan.

“Kesimpulannya, almarhumah ini bukan meninggal karena kelaparan,” katanya.

Atas nama pribadi dan Pemkot Serang, Syafrudin sendiri mengucapkan turut berduka cita atas warganya yang meninggal. Ia berdoa semoga almarhumah meninggal dalam keadaan baik.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:gelora.co
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, Jawa Barat
wwwwww