Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
Peristiwa
14 jam yang lalu
KPK OTT Walikota Tanjung Balai, Erwin Syahfutra: Kita Apresiasi Meski Telat
2
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
Politik
16 jam yang lalu
Tak Berani Cabut Izin XL Axiata, Arief Poyuono: Menkominfo Johnny G Plate Layak Direshuffle
3
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Pendiri NU Hilang dari Kamus Sejarah, PKB: Jangan Lupa Jasa Ulama, Kemendikbud Bisa Kualat
4
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
Olahraga
14 jam yang lalu
Penundaan India Terbuka, Untungkan Hafiz/Gloria
5
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
Peristiwa
14 jam yang lalu
Kepala BNSP Bantah Larang Dewan Pers Lakukan UKW
6
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Peristiwa
18 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 6,4 di Nias, Getarannya Terasa di Sidimpuan dan Padang
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Kulit 2 Dokter Menghitam Setelah Sembuh dari Covid-19

Kulit 2 Dokter Menghitam Setelah Sembuh dari Covid-19
Dua petugas medis merawat pasien virus corona. (republika.co.id)
Rabu, 22 April 2020 19:15 WIB
BEIJING - Yi Fan dan Hu Weifeng, dua dokter yang bertugas merawat para pasien positif Covid-19 di Rumah Sakit Pusat Wuhan, China, ikut tertular virus mematikan itu.

Beruntung kondisi keduanya membaik dan kini tengah menjalani perawatan pemulihan. Namun terjadi perubahan pada kondisi fisik mereka, kulitnya menghitam, diduga akibat kerusakan lever yang merupakan efek samping terinfeksi virus corona.

Dikutip dari Republika.co.id, keduanya didiagnosis positif terinfeksi virus corona tipe baru pada 18 Januari 2020. Mereka sampai harus bergantung pada alat bantuan hidup selama masa perawatan.

Yi Fan yang merupakan ahli jantung mulai pulih setelah menggunakan mesin pendukung kehidupan extracorporeal membrane oxygenation (ECMO) selama 39 hari. Alat itu memompa oksigen ke dalam darah di luar tubuh, menggantikan fungsi jantung dan paru-paru.

Hu Weifeng, seorang ahli urologi, mengalami kondisi lebih buruk dan hanya bisa terbaring di tempat tidur selama 99 hari. Mereka sempat bekerja sama dengan dr Li Wenliang, yang meninggal dunia karena Covid-19 pada 7 Februari.

Baik Yi maupun Hu kini kian pulih, tetapi kulit mereka menjadi gelap akibat perawatan. Dokter yang menangani mereka berdua, Li Shusheng, mencurigai penyebabnya adalah jenis obat yang digunakan pada tahap awal perawatan.

Li Shusheng tidak secara gamblang menyebutkan nama obat tersebut kepada media China. Para peneliti telah menemukan bahwa pasien Covid-19 mungkin berisiko mengalami sejumlah efek samping. Mekanisme dan tingkatannya masih belum jelas.

Faktor penyebab lain ialah ketidakseimbangan hormon karena lever kedua dokter itu terganggu. Li Shusheng berharap kulit Yi Fan maupun Hu Weifeng kembali seperti semula ketika lever mereka pulih dan berfungsi normal, dikutip dari laman Times Now News. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Internasional, Kesehatan
wwwwww