Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
23 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
16 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
3
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
16 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
4
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
17 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
5
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
22 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
6
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
21 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Home  /  Berita  /  PON

BAZNAS Salurkan PLK untuk Pekerja Disabilitas Terdampak Covid-19

BAZNAS Salurkan PLK untuk Pekerja Disabilitas Terdampak Covid-19
Foto: Ist./BAZNAS
Jum'at, 24 April 2020 21:15 WIB
JAKARTA - Program Paket Logistik Keluarga (PLK) dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk kalangan pedagang kecil, pedagang asongan, tukang becak, ojek online, dan pekerja informal lainnya yang harus kehilangan pekerjaan karena krisis Covid-19, terus berlanjut.

Hari Pertama Puasa Ramadhan 1441 H, bertepatan dengan Jumat (25/4/2020), BAZNAS menyalurkan PpLK kepada terapi pijat dari kalangan disabilitas di Bekasi.

"Profesi tukang pijat disabilitas menjadi salah satu dari sekian banyak profesi rentan yang terdampak pandemi Covid-19. Sebelumnya tim telah melakukan assessment lebih dulu untuk mengukur kelayakan penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan penerima manfaat yang benar-benar membutuhkan," jelas Kepala Layanan Aktif BAZNAS, Iskandar Darussalam, Jumat (24/4/2020).

Sementara itu penerima manfaat penyandang disabilitas, Firmansyah mengungkapkan harus kehilangan pendapatan hariannya sebagai tukang pijat harian karena kondisi wabah Covid-19. Firmansyah merupakan penyandang disabilitas netra yang hidup bersama istrinya, yang juga mengalami kebutaan sejak lahir.

Firmansyah menceritakan sudah tidak memijat lagi sejak banyak adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Bahkan saat ini Firmansyah terpaksa tinggal menumpang orang tua dari istrinya tidak mampu membayar kontrakannya di Kota Bekasi.

"Saya tidak tahu usaha jasa pijat ini akan terhenti sampai kapan," tuturnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:PON, Ekonomi, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww