Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
Politik
16 jam yang lalu
Kolaborasi Antar Anak Bangsa Modal Penting Atasi Masalah dalam Pembangunan
2
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
3
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
21 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
4
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
Hukum
21 jam yang lalu
Resmi jadi Tersangka, Edhy Mundur dari Waketum Gerindra dan Jabatan Menteri KKP
5
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
Politik
11 jam yang lalu
Gus Jazil Pertimbangkan Aspek Kedekatan Calon Kapolri dengan Presiden
6
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Pemerintahan
8 jam yang lalu
Direktur IFAD Mengaku Kagum dengan Gagasan SDGs Desa Mendes PDTT
Home  /  Berita  /  Umum

Gaduh Tarif Listrik Naik, Munculkan Dugaan Rakyat Mensubsidi Negara di Tengah Pandemi

Gaduh Tarif Listrik Naik, Munculkan Dugaan Rakyat Mensubsidi Negara di Tengah Pandemi
Tangkapan layar unggahan media sosial warga terkait kenaikan tarif listrik.
Minggu, 03 Mei 2020 21:53 WIB
JAKARTA - Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka memastikan, saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya.

"Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan," kata Suprateka dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/5/2020), menyusul keluhan warganet soal kenaikan tarif listrik yang secara tiba-tiba di beberapa waktu terakhir.

Terkait hal itu, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Laode Ida mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan direksi PLN untuk menindaklanjuti situasi ini, tapi belum mendapatkan jawaban.

"Kami punya tabel, dalam dua tahun terakhir belum ada kenaikan tarif listrik. Kalau ada kenaikan, maka ini ada tanda tanya besar. Ini banyak sekali yang protes sekarang dan ini terjadi kejanggalan," kata Laode.

Laode menduga, anjuran PLN kepada masyarakat untuk melakukan self service dalam melihat meteran, dengan mengirimkannya kepada PLN melalui WhatsApp, menjadi salah satu sebab. Penentuan tarif listrik, jadi tidak cermat.

Dugaan lain, ada upaya untuk menyiasati pemasukan negara melalui PLN di tengah krisis akibat pandemi virus corona.

"Kalau ini terjadi, maka konspirasi jahat di pihak PLN dan 'memaksa' rakyat secara langsung untuk subsidi kepada negara melalui PLN. ini yang tidak bagus," jelas dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, Umum
wwwwww