Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
11 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
13 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
9 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prakirakan Sebagian Jabodetabek Berpotensi Hujan Ringan pada Sore Hari Ini
5
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
Umum
15 jam yang lalu
Gibran Tak Penuhi Syarat Wapres Usai Putusan MA, Bola Panas Kini di Tangan Prabowo
6
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Metropolitan
13 jam yang lalu
DPRD DKI Dorong Ancol Tingkatkan Daya Saing Lewat Inovasi Wisata
Home  /  Berita  /  PON

Gaduh Tarif Listrik Naik, Munculkan Dugaan Rakyat Mensubsidi Negara di Tengah Pandemi

Gaduh Tarif Listrik Naik, Munculkan Dugaan Rakyat Mensubsidi Negara di Tengah Pandemi
Tangkapan layar unggahan media sosial warga terkait kenaikan tarif listrik.
Minggu, 03 Mei 2020 21:53 WIB
JAKARTA - Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka memastikan, saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya.

"Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan," kata Suprateka dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/5/2020), menyusul keluhan warganet soal kenaikan tarif listrik yang secara tiba-tiba di beberapa waktu terakhir.

Terkait hal itu, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Laode Ida mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan direksi PLN untuk menindaklanjuti situasi ini, tapi belum mendapatkan jawaban.

"Kami punya tabel, dalam dua tahun terakhir belum ada kenaikan tarif listrik. Kalau ada kenaikan, maka ini ada tanda tanya besar. Ini banyak sekali yang protes sekarang dan ini terjadi kejanggalan," kata Laode.

Laode menduga, anjuran PLN kepada masyarakat untuk melakukan self service dalam melihat meteran, dengan mengirimkannya kepada PLN melalui WhatsApp, menjadi salah satu sebab. Penentuan tarif listrik, jadi tidak cermat.

Dugaan lain, ada upaya untuk menyiasati pemasukan negara melalui PLN di tengah krisis akibat pandemi virus corona.

"Kalau ini terjadi, maka konspirasi jahat di pihak PLN dan 'memaksa' rakyat secara langsung untuk subsidi kepada negara melalui PLN. ini yang tidak bagus," jelas dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, PON
wwwwww