Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Seiring 'New Normal', Portal Akses 'Pemicu Konflik' Baiknya Dibuka
Lingkungan
18 jam yang lalu
Seiring New Normal, Portal Akses Pemicu Konflik Baiknya Dibuka
2
Tak Setuju 'New Normal'? Ini Pesan Hergun...
DPR RI
19 jam yang lalu
Tak Setuju New Normal? Ini Pesan Hergun...
3
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
DPD RI
22 jam yang lalu
Pilkada Desember 2020 Dinilai sebagai Pemerkosaan Politik
4
'New Normal' saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
DPR RI
23 jam yang lalu
New Normal saat Sekarang Disebut bisa Menjadi Dosa Kebijakan
5
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
DPR RI
23 jam yang lalu
Legislator Minta Pemerintah Buat Aturan Komprehensif Lindungi ABK WNI
6
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
DPR RI
19 jam yang lalu
Sukamta Sebut New Normal Hanya Kedok Pemerintah Tutupi Kegagalan Tangani Covid-19
Home  /  Berita  /  Umum

Gaduh Tarif Listrik Naik, Munculkan Dugaan Rakyat Mensubsidi Negara di Tengah Pandemi

Gaduh Tarif Listrik Naik, Munculkan Dugaan Rakyat Mensubsidi Negara di Tengah Pandemi
Tangkapan layar unggahan media sosial warga terkait kenaikan tarif listrik.
Minggu, 03 Mei 2020 21:53 WIB
JAKARTA - Vice President Corporate Communcation and CSR PLN, I Made Suprateka memastikan, saat ini tidak ada kenaikan listrik, harga masih tetap sama dengan periode tiga bulan sebelumnya.

"Bahkan sejak tahun 2017 tarif listrik ini tidak pernah mengalami kenaikan," kata Suprateka dikutip dari Kompas.com, Minggu (3/5/2020), menyusul keluhan warganet soal kenaikan tarif listrik yang secara tiba-tiba di beberapa waktu terakhir.

Terkait hal itu, Komisioner Ombudsman Republik Indonesia, Laode Ida mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan direksi PLN untuk menindaklanjuti situasi ini, tapi belum mendapatkan jawaban.

"Kami punya tabel, dalam dua tahun terakhir belum ada kenaikan tarif listrik. Kalau ada kenaikan, maka ini ada tanda tanya besar. Ini banyak sekali yang protes sekarang dan ini terjadi kejanggalan," kata Laode.

Laode menduga, anjuran PLN kepada masyarakat untuk melakukan self service dalam melihat meteran, dengan mengirimkannya kepada PLN melalui WhatsApp, menjadi salah satu sebab. Penentuan tarif listrik, jadi tidak cermat.

Dugaan lain, ada upaya untuk menyiasati pemasukan negara melalui PLN di tengah krisis akibat pandemi virus corona.

"Kalau ini terjadi, maka konspirasi jahat di pihak PLN dan 'memaksa' rakyat secara langsung untuk subsidi kepada negara melalui PLN. ini yang tidak bagus," jelas dia.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Ekonomi, Umum

wwwwww