Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
8 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
16 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
16 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
11 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
14 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Hukum
12 jam yang lalu
Ketua MPR Apresiasi Polri, Gagalkan Kembali Peredaran Narkotika Jenis Sabu Hampir Setengah Ton
Home  /  Berita  /  Internasional

Gandeng Investor Mesir, Wanita asal Indonesia Ini Bangun Pabrik Vaksin Covid-19 Senilai US$ 1,2 Miliar

Gandeng Investor Mesir, Wanita asal Indonesia Ini Bangun Pabrik Vaksin Covid-19 Senilai US$ 1,2 Miliar
Kamis, 07 Mei 2020 14:41 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Kontraktor asal Indonesia, Sonya S Kembuan, digandeng investor asal Mesir untuk membangun pabrik vaksin Covid-19.

Pabrik vaksin dengan nilai investasi sekitar US$ 1,2 miliar itu direncanakan dibangun di salah satu lokasi Vietnam atau Thailand.

Kepastian soal lokasi pabrik akan ditentukan kemudian, karena ada sejumlah hal strategis yang perlu dipertimbangkan secara matang. Penunjukan Sonya Kembuan, perempuan pengusaha kelahiran Manado, Sulawesi Utara, itu merupakan bukti kepercayaan investor mancanegara atas kiprahnya selama ini di dunia bisnis Tanah Air.

Lulusan Fakultas Pertanian, Universitas Sam Ratulangi, Manado, selama ini memimpin delapan perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, seperti ekspor-impor, tour and travel, serta kontraktor.

"Selain sebagai bukti kepercayaan dunia internasional akan pengusaha lokal, keterlibatan kami dalam pembangunan pabrik vaksin ini merupakan kontribusi sebagai anak bangsa untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia dan dunia. Dunia saat ini sangat menantikan respon cepat dari berbagai pihak untuk menghadirkan vaksin yang bisa mengatasi wabah virus yang telah menimbulkan banyak kematian di berbagai negara dunia," ujar Sonya yang pernah meraih penghargaan 'The Best Indonesian Entrepreneur Award' ini dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/5/2020).

Mandala Sootapintu, Managing Director IMT SMART Thailand yang tergabung dalam konsorsium investor mengatakan, penunjukan Sonya S Kembuan sebagai kontraktor pembangunan pabrik vaksin Covid-19 karena reputasinya yang berhasil dalam membangun beberapa proyek vital di Vietnam.

Pabrik vaksin tersebut merupakan invetasi dari pemodal asal Mesir. Pengembangan vaksin Covid-19 akan didukung KMWSH, sebuah lembaga yang berkiprah di dunia bioteknologi dan biosekuriti dengan dukungan riset dan pengembangan yang mumpuni.

Pengembangan pabrik vaksin tersebut bertolak dari visi besar mencari solusi bagi dunia yang terjangkit wabah Covid-19. Pembangunan pabrik bersama investor asal Mesir dan melibatkan pengusaha Indonesia ini pun diharapkan menjadi jawaban akan penantian dunia yang bisa dikatakan frustrasi karena terus dijejali berita seputar penyebaran virus yang cepat dan menimbulkan korban jiwa sangat banyak di berbagai belahan dunia.

"Sudah saatnya, harapan publik tentang upaya serius penanganan wabah mendapat jawaban. Tim ahli yang tergabung dalam KMWSH, bekerja sama dengan investor Mesir dan pengusaha Indonesia berupaya mencari solusi atas kebutuhan yang sangat mendesak akan adanya vaksin untuk Covid-19 yang selama ini dinantikan dunia," ujar Sonya.

Divisi Research & Development KMWSH yang dikenal andal d bidang bioteknologi dan biosekuriti telah berupaya keras untuk menghasilkan vaksi Covid-19. Tim ini telah bekerja sejak merebaknya epidemi MERS pada 2012 di Arab Saudi. Target KMWSH tidak lain menemukan vaksin khusus yang merupakan hasil pengembangn dari riset sebelumnya untuk virus HIV. Vaksin ini dikembangkan dengan metode baru yang diharapkan bisa efektif mengatasi semua jenis virus.

President dan CEO KMWSH Global, Muayad Alsamaraee mengatakan, tim yang dipimpinnya mampu mewujudkan tekad membuat vaksin dengan kualitas sangat baik dibanding produk dari perusahaan lain.

"Peneliti kami baru-baru ini mengembangkan banyak hal di bidang kecerdasan buatan dan bidang biologi, karena kami telah mulai membuat beberapa skenario untuk membantu kami memahami cara kerja virus dan membuat skenario biologis yang cocok, yang memberi kami keuntungan dalam berurusan dengan virus biologis di masa depan,” ujar Muayad Alsamaraee.***


wwwwww