Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
14 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
11 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
3
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
10 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
4
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
16 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
5
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Lawan Melbourne Victory, Persib Incar Tiga Poin Demi Tiket 16 Besar ACL 2
6
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Sepakbola
23 jam yang lalu
Marc Klok Terlecut Balas Pengorbanan Suporter Persib Yang Borong Tiket ACL 2
Home  /  Berita  /  Kriminal

Cari Minat! Keluarga Harus Optimalkan Kegiatan Belajar di Rumah selama Pandemi

Cari Minat! Keluarga Harus Optimalkan Kegiatan Belajar di Rumah selama Pandemi
Gambar: Ist.
Minggu, 10 Mei 2020 15:55 WIB
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudin menegaskan, pentingnya peran seluruh anggota keluarga dalam mengoptimasi kegiatan belajar anak-anak didik di rumah, selama masa pandemi Covid-19.

"Tidak hanya Ibu tapi juga Ayah, Kakak, atau mungkin Kakek dan Nenek," kata Hetifah dalam acara Live Teaching yang bertajuk 'Pendidikan Keluarga di Masa Pandemi' bersama Kampus dan Komunitas Guru, Sabtu (9/5/2020) pagi.

Mantan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar ini memaparkan, "ada banyak tipe kegiatan yang bisa dilakukan bersama, mulai dari kegiatan sosial, seni, berkebun, atau sesederhana menonton film bersama. Temui potensi minat dan bakat masing-masing anggota keluarga yang mungkin selama ini masih terpendam,".

"Sebagai contoh, kami mencoba memanfaatkan sampah-sampah organik seperti sisa makanan dan dedaunan yang rontok di halaman untuk diolah menjadi pupuk kompos. Jika ini berhasil, ke depannya sangat mungkin untuk terus diterapkan sehingga bisa menghasilkan nilai tambah ekonomis dan lingkungan. Kalau bukan karena WFH, mungkin hal ini tidak akan terpikirkan dan tidak akan sempat," tuturnya.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Umum
wwwwww