Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
22 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
MPR RI
17 jam yang lalu
Syarief Hasan Ajak Masyarakat Teladani Dua Prajurit TNI AL yang Relakan Gaji dan THR untuk Beli Sembako
3
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
Politik
9 jam yang lalu
Mahfuz: Gelora Indonesia Partai Terbuka dan Kekuatan Politik Baru
4
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
Peristiwa
20 jam yang lalu
Sepasang PNS Bukan Suami-Istri Pingsan Tanpa Busana dalam Mobil di Pinggir Jalan
5
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Bisnisnya Hancur dan Dijauhi Tetangga, Keluarga Pasien yang Peti Jenazahnya Jatuh Minta Nama Baiknya Dipulihkan
6
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Politik
22 jam yang lalu
Sah... Partai Gelora Resmi Terima 3 SK Menkumham
Home  /  Berita  /  Pendidikan

Tiongkok Mulai Buka Kembali Sekolah-Sekolah, Robot Buatan 2017 Bantu Pindai Virus

Tiongkok Mulai Buka Kembali Sekolah-Sekolah, Robot Buatan 2017 Bantu Pindai Virus
Gambar: Tangkapan layar video istimewa.
Senin, 11 Mei 2020 13:36 WIB
JAKARTA - Berbagai Negara seperti Tiongkok, Denmark, Jepang, Taiwan, Israel, dan Norwegia, secara bertahap telah kembali membuka sekolah-sekolahnya. Tiongkok telah memulai langkah ini sejak pertengahan April 2020, bulan lalu.

Sebuah robot buatan 2017 membantu sekolah dalam memindai virus di tubuh para siswa. Tentu, setelah serangkaian pemeriksaan dengan protokol kesehatan pada umumnya diterapkan.

Robot ciptaan perusahaan 'Walklake' itu, memiliki termometer dan kamera yang bisa memindai rongga mulut, telapak tangan, serta mata guna memeriksa apakah anak mengalami gejala penyakit.

Robot itu hanya butuh waktu 3 detik untuk mencari tanda-tanda penyakit seperti mata merah, ruam atau sariawan di rongga mulut. Jika gejala penyakit terdeteksi, robot kemudian memberi tahu perawat dan membuat laporan kesehatan atas hasil pemeriksaannya.

Ia juga memiliki perangkat lunak yang dapat terus diperbaharui agar bisa mengenali gejala penyakit terbaru, seperti virus Covid-19. Meski dibanderol tinggi seharga Rp 83 juta rupiah, ribuan sekolah di Tiongkok sudah menggunakan robot ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Pendidikan

wwwwww