Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
20 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
21 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
20 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
20 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
21 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
20 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Keroyok Begal hingga Tewas, 2 Orang Warga Serpong Dibekuk Polisi

Keroyok Begal hingga Tewas, 2 Orang Warga Serpong Dibekuk Polisi
Rabu, 13 Mei 2020 16:36 WIB
JAKARTA - Dua pelaku pengeroyokan pria asal Aceh Timur, Moh Basri, dibekuk polisi. Keduanya diketahui memukul bagian belakang kepala korban memakai tongkat T.

Sebelumnya disebutkan, Moh Basri pekerja sopir kargo diteriaki begal saat hendak beli rokok, dan dikeroyok warga hingga tewas. Namun, kepolisian menegaskan, bahwa yang bersangkutan itu begal motor jaringan Aceh.

Basri melakukan aksi begalnya di Perumahan Taman Crysant 2, Kelurahan Ciater, Serpong, pada Jumat 8 Mei 2020. Bersama dua orang temannya, Basri merampas motor warga.

Tetapi, pemilik motor melawan dan langsung meneriaki Basri maling. Mendengar teriakan itu, warga yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan. Basri lari dan ketangkap. Sedang temannya berhasil lolos.

Hal ini ditegaskan Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan. Menurutnya, pria asal Aceh Timur itu bukan korban salah sasaran. Melainkan benar seorang pelaku begal motor. "Kejadian berasal saat korban RI sedang di lokasi hendak mengendarai motornya. Tetapi tiba-tiba datang pelaku bersama seorang temannya mengapit korban, meminta paksa kunci motor," kata dia di Tangerang, Senin 11 Mei 2020.

Tidak hanya itu, Basri juga merebut kemudi motor dari tangan korban. Pada saat itulah, RI berteriak maling, begal, dan meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan itu langsung membantunya mengejar pelaku.

Basri lari ke arah tandon. Sedang dua orang temannya berhasil kabur naik motor. Warga pun berhasil mengejar langkah Basri dan menangkapnya. Tidak pikir panjang, warga langsung menghakimi Basri yang tertangkap.

"Kabar ini langsung beredar cepat. Kemudian datanglah pelaku A dan S, bersama dengan warga lainnya. Mereka memukul kepala belakang Basri memakai tongkat," jelasnya.

Aksi main hakim sendiri warga ini, dilakukan secara spontan, karena kesal dengan aksi begal motor yang sangat meresahkan. Apalagi, kawasan tersebut juga rawan maling motor dan warga banyak yang kehilangan.

Saat tengah menjadi bulan-bulanan itulah, Basri akhirnya diamankan petugas kepolisian dan langsung dilarikan ke RSUD Tangsel. Nahas, nyawanya akhirnya tidak tertolong.

Kematian Basri sebelumnya direspon beda oleh komunitas Aceh di Jakarta. Basri disebut sebagai korban salah sasaran, karena dari badannya tidak ditemukan benda tajam yang biasa dibawa oleh para pelaku begal motor.

Tetapi polisi menemukan sejumlah barang bukti pelaku begal dari tubuh Basri, seperti kunci Leter T yang biasa digunakan oleh para pelaku pencurian kendaraan bermotor.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww