Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa 'Ambyarrr'
DPR RI
11 jam yang lalu
Jika Labil, Kebijakan Penanggulangan Covid-19 bisa Ambyarrr
2
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
Politik
11 jam yang lalu
Kritik Mahfud MD, Saleh Daulay: Tak Bijak Bandingkan Kematian Covid-19 dengan Kecelakaan
3
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
Internasional
13 jam yang lalu
AS Mencabut Status Khusus Hong Kong, Ini Bisa Berdampak pada Perdagangannya
4
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di 'Pangong Lake'
Internasional
12 jam yang lalu
Dunia sedang Hadapi Covid-19, China dan India Diharap Berkepala Dingin di Pangong Lake
5
DPR RI: 'New Normal' adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
DPR RI
12 jam yang lalu
DPR RI: New Normal adalah Adaptasi dan Inovasi dalam Pakem Protokol Kesehatan
6
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Politik
11 jam yang lalu
Masih Banyak Daerah Zona Merah, Ketua DPD Desak Pemerintah Kaji Ulang Pilkada di Bulan Desember
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Keroyok Begal hingga Tewas, 2 Orang Warga Serpong Dibekuk Polisi

Keroyok Begal hingga Tewas, 2 Orang Warga Serpong Dibekuk Polisi
Rabu, 13 Mei 2020 16:36 WIB
JAKARTA - Dua pelaku pengeroyokan pria asal Aceh Timur, Moh Basri, dibekuk polisi. Keduanya diketahui memukul bagian belakang kepala korban memakai tongkat T.

Sebelumnya disebutkan, Moh Basri pekerja sopir kargo diteriaki begal saat hendak beli rokok, dan dikeroyok warga hingga tewas. Namun, kepolisian menegaskan, bahwa yang bersangkutan itu begal motor jaringan Aceh.

Basri melakukan aksi begalnya di Perumahan Taman Crysant 2, Kelurahan Ciater, Serpong, pada Jumat 8 Mei 2020. Bersama dua orang temannya, Basri merampas motor warga.

Tetapi, pemilik motor melawan dan langsung meneriaki Basri maling. Mendengar teriakan itu, warga yang berada di lokasi langsung melakukan pertolongan. Basri lari dan ketangkap. Sedang temannya berhasil lolos.

Hal ini ditegaskan Kapolres Tangsel AKBP Iman Setiawan. Menurutnya, pria asal Aceh Timur itu bukan korban salah sasaran. Melainkan benar seorang pelaku begal motor. "Kejadian berasal saat korban RI sedang di lokasi hendak mengendarai motornya. Tetapi tiba-tiba datang pelaku bersama seorang temannya mengapit korban, meminta paksa kunci motor," kata dia di Tangerang, Senin 11 Mei 2020.

Tidak hanya itu, Basri juga merebut kemudi motor dari tangan korban. Pada saat itulah, RI berteriak maling, begal, dan meminta pertolongan. Warga yang mendengar teriakan itu langsung membantunya mengejar pelaku.

Basri lari ke arah tandon. Sedang dua orang temannya berhasil kabur naik motor. Warga pun berhasil mengejar langkah Basri dan menangkapnya. Tidak pikir panjang, warga langsung menghakimi Basri yang tertangkap.

"Kabar ini langsung beredar cepat. Kemudian datanglah pelaku A dan S, bersama dengan warga lainnya. Mereka memukul kepala belakang Basri memakai tongkat," jelasnya.

Aksi main hakim sendiri warga ini, dilakukan secara spontan, karena kesal dengan aksi begal motor yang sangat meresahkan. Apalagi, kawasan tersebut juga rawan maling motor dan warga banyak yang kehilangan.

Saat tengah menjadi bulan-bulanan itulah, Basri akhirnya diamankan petugas kepolisian dan langsung dilarikan ke RSUD Tangsel. Nahas, nyawanya akhirnya tidak tertolong.

Kematian Basri sebelumnya direspon beda oleh komunitas Aceh di Jakarta. Basri disebut sebagai korban salah sasaran, karena dari badannya tidak ditemukan benda tajam yang biasa dibawa oleh para pelaku begal motor.

Tetapi polisi menemukan sejumlah barang bukti pelaku begal dari tubuh Basri, seperti kunci Leter T yang biasa digunakan oleh para pelaku pencurian kendaraan bermotor.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Peristiwa, Hukum, DKI Jakarta

wwwwww