Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Olympic

Pengunjung Berdesakan tanpa Masker, Pasar Oprakan Notoharjo Solo Ditutup Sementara

Pengunjung Berdesakan tanpa Masker, Pasar Oprakan Notoharjo Solo Ditutup Sementara
Rabu, 13 Mei 2020 16:28 WIB
JAKARTA - Pemerintah Kota Solo menutup sementara lokasi jual beli pedagang oprokan di Pasar Notoharjo, Pasarkliwon, Solo. Penutup berlaku selama tiga hari, mulai 14-16 Mei 2020. Ribuan orang yang terlibat jual beli di sana terpaksa harus libur.

Penutupan sementara pasar klitikan (onderdil dll) tersebut diumumkan langsung oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Solo, Heru Sunardi, Rabu (13/5). Selain memasang poster pengumuman, dia juga menyampaikan ke pedagang melalui pengeras suara.

"Mohon mulai besok pagi, mulai dari Kamis, Jumat dan Sabtu, para pedagang oprokan di Pasar Notoharjo sementara dilarang berjualan dulu. Antara paguyuban dan Dinas Perdagangan perlu dirumuskan supaya pengunjung itu tidak berjubel," ujar Heru.

Heru menyampaikan, penutupan sementara zona oprokan Pasar Notoharjo merupakan merupakan bentuk respons dari pemerintah kota atas adanya aduan warga. Mereka melihat selama ini masih banyak warga dan pedagang yang melanggar protokol kesehatan. Selain bergerombol, pengunjung juga berdesak-desakan dan tidak mengenakan masker.

Menurut Heru, penutupan selama tiga hari bertujuan untuk mengatur zona oprokan agar sesuai dengan protokol kesehatan saat wabah Covid-19.

"Nanti kalau sudah ditata rapi, masih ada yang ngeyel, petugas akan memberikan sanksi," tandasnya.

Sanksi tersebut di antaranya pedagang yang tidak memakai masker tidak boleh berjualan selama tiga hari dan bisa diperpanjang. Bahkan, lanjut Heru, hingga sanksi pencabutan SHP bagi pedagang yang di kios. Sedangkan untuk pengunjung tidak diperbolehkan masuk pasar jika tanpa masker.

"Pemerintah tidak menggusur, tidak menutup seterusnya. Namun hanya menata. Besok mulai Minggu, kalau menjumpai pembeli yang tidak menggunakan masker, tolong juga ikut mengingatkan. Karena petugas kita terbatas," pungkas dia.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Merdeka.com
Kategori:Olympic, Ekonomi, Jawa Tengah
wwwwww